kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   10.000   0,38%
  • USD/IDR 16.910   0,00   0,00%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

Donald Trump Terpilih Kembali sebagai Presiden AS, Lebih Dipercaya Urus Ekonomi​


Rabu, 06 November 2024 / 18:17 WIB
Donald Trump Terpilih Kembali sebagai Presiden AS, Lebih Dipercaya Urus Ekonomi​
Calon presiden dari Partai Republik dan mantan Presiden AS Donald Trump menunjuk istrinya Melania di rapat umum Trump, di Palm Beach County Convention Center di West Palm Beach, Florida, AS, 6 November 2024. REUTERS/Brian Snyder


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

Warga Hispanik dan rumah tangga berpenghasilan rendah, yang paling terdampak oleh inflasi, turut berperan besar dalam kemenangan Trump. Basis pendukungnya yang terdiri dari warga pedesaan, kulit putih, serta mereka yang tidak memiliki pendidikan tinggi, kembali memberikan dukungan penuh.

Meskipun menghadapi berbagai kontroversi—seperti pemakzulan dua kali, dakwaan kriminal, dan kasus perdata pelecehan seksual—Trump berhasil memenangkan pemilihan ini. 

Pada bulan Mei lalu, ia dihukum karena memalsukan catatan bisnis untuk menutupi pembayaran uang tutup mulut kepada seorang bintang porno.

Dampak Kebijakan di Masa Depan

Kemenangan Trump diperkirakan akan membawa dampak besar terhadap kebijakan perdagangan, perubahan iklim, perang di Ukraina, perpajakan, dan imigrasi di AS. Rencana tarif yang diajukan Trump berpotensi memicu perang dagang dengan Tiongkok dan sekutu-sekutu AS. 

Baca Juga: Trump Mengklaim Kemenangan Pilpres AS, Begini Respons China

Sementara itu, kebijakan pemotongan pajaknya diperkirakan dapat memperbesar utang negara.

Trump juga berjanji untuk melakukan deportasi massal terhadap imigran ilegal serta memecat pegawai negeri yang dianggapnya tidak setia. 

Lawan politiknya khawatir Trump akan memanfaatkan Departemen Kehakiman dan lembaga penegak hukum federal lainnya sebagai alat politik untuk menyerang musuh-musuhnya.

Kepemimpinan Trump di periode kedua ini diperkirakan akan memperdalam perpecahan antara Partai Demokrat dan Partai Republik, terutama dalam isu-isu seperti ras, gender, pendidikan, dan hak-hak reproduksi.




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

[X]
×