Dua bulan lockdown, Melbourne kembali cetak rekor kasus Covid-19 harian

Kamis, 30 September 2021 | 08:53 WIB Sumber: Reuters
Dua bulan lockdown, Melbourne kembali cetak rekor kasus Covid-19 harian

ILUSTRASI. Lockdown di Melbourne, Australia,


KONTAN.CO.ID - MELBOURNE. Kasus Covid-19 di negara bagian Victoria, Australia, kembali melonjak ke level rekor baru. Kamis (30/9), otoritas kesehatan Victoria melaporkan, ada 1.438 infeksi baru dan lima kematian baru.

Jumlah tersebut adalah rekor baru melampaui kasus harian tertinggi yang dicetak di hari sebelumnya dengan 950 kasus baru. Dari jumlah yang diungkapkan hari ini, mayoritas kasus terjadi di Melbourne.

Padahal, Melbourne, yang merupakan ibu kota negara bagian Victoria, sudah dalam penguncian ketat selama hampir dua bulan. Pemerintah pun terus menggenjot vaksinasi sebelum melakukan pelonggaran.

Kota-kota terbesar Australia, Sydney dan Melbourne, dan ibu kota Canberra berada dalam penguncian selama berminggu-minggu untuk memerangi gelombang infeksi ketiga yang dipicu oleh varian Delta yang bergerak cepat. Pihak berwenang telah membuang strategi nol C0vid-19 dan melakukan vaksinasi yang lebih cepat sebagai strategi untuk keluar dari penguncian.

Rekor kasus di Victoria datang ketika pemerintah federal pada hari Kamis memutuskan untuk menghentikan dukungan keuangan darurat-nya untuk bisnis yang terkena dampak penguncian. Ini sejalan dengan rencana untuk mengakhiri dukungan kepada karyawan yang terkena dampak virus corona.

Baca Juga: Negara bagian Victoria catat kenaikan kasus Covid-19 harian tinggi, vaksinasi dikebut

Bendahara Federal Josh Frydenberg mengatakan, pembayaran sementara akan dihentikan begitu 80% populasi orang dewasa di negara bagian dan teritori telah divaksinasi sepenuhnya.

Tetapi bisnis Victoria akan menerima dukungan baru sebesar A$ 2,27 miliar atau setara US$ 1,65 miliar dari pemerintah federal selama enam minggu ke depan. Di mana negara bagian harus mencapai target dosis 80% dari sekitar 50% sekarang.

"Kami tidak dapat menghilangkan virus, kami perlu belajar untuk hidup dengannya dengan cara yang aman dari Covid-19", kata Frydenberg dalam sebuah pernyataan.

Keputusan pemerintah federal untuk mengurangi pembayaran dukungan, yang dibagi rata antara negara bagian dan Canberra, akan memberi tekanan pada negara bagian yang bebas virus untuk menjaga ekonomi mereka tetap terbuka dan menghindari penguncian untuk memerangi wabah di masa depan.

Perdana Menteri Australia Scott Morrison telah mendesak semua negara bagian dan teritori untuk mulai hidup dengan virus setelah inokulasi penuh mencapai 70% -80%. Tetapi Queensland dan Australia Barat, yang sebagian besar bebas Covid-19 menandai bahwa mereka dapat menunda pembukaan kembali mereka.

Terlepas dari wabah Delta terbaru, total kasus di Australia mencapai sekitar 104.000 dan kematian 1.283, jauh di bawah negara-negara lain yang sebanding.

 

Selanjutnya: Kunjungi Indonesia, Australia luncurkan cetak biru perdagangan dan investasi

 

Editor: Anna Suci Perwitasari

Terbaru