Sumber: Reuters | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dua kapal tanker raksasa (Very Large Crude Carrier/VLCC) asal China yang mengangkut total sekitar 4 juta barel minyak mentah Arab Saudi tetap melanjutkan pelayaran melewati Selat Bab el-Mandeb pada Kamis (23/7/2026), meski kawasan Laut Merah kembali memanas akibat serangan kelompok Houthi terhadap kapal tanker Saudi.
Berdasarkan data pelayaran, kedua kapal tersebut berupaya keluar dari Laut Merah melalui Selat Bab el-Mandeb. Langkah ini menjadi ujian terhadap seberapa ketat kelompok Houthi akan menerapkan blokade laut terhadap Arab Saudi yang diumumkan pada awal pekan ini.
Sebelumnya, kelompok Houthi mengklaim telah menyerang dua kapal tanker minyak Saudi menggunakan drone dan rudal pada Kamis.
Blokade Laut Merah yang dilakukan kelompok Houthi, yang didukung Iran, berpotensi semakin mengganggu pasokan energi global. Kondisi ini terjadi di saat lalu lintas di Selat Hormuz—jalur utama pengiriman minyak dunia—juga praktis lumpuh akibat kembali memanasnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran.
Baca Juga: Thailand Siapkan US$ 714 Juta untuk Ganti 80.000 Kendaraan Tua dengan Mobil Listrik
Salah satu kapal tanker yang melanjutkan pelayaran adalah VLCC Xin Long Yang berbendera Singapura. Kapal tersebut sebelumnya sempat berbalik arah dan berhenti di tengah Laut Merah pada Selasa, sebelum kembali bergerak ke arah selatan pada Rabu malam.
Data pelayaran menunjukkan Xin Long Yang sedang melintasi pesisir Yaman dengan tujuan Pelabuhan Qinzhou di China selatan.
Di belakangnya, VLCC Cosnew Lake berbendera China juga terus bergerak menuju Selat Bab el-Mandeb. Kapal tersebut dijadwalkan membongkar muatan di Pelabuhan Huizhou, Provinsi Guangdong, China.
Data sistem identifikasi otomatis (AIS) menunjukkan kedua kapal tersebut membawa awak berkewarganegaraan China.
Kedua VLCC itu disewa oleh Unipec, unit perdagangan milik Sinopec, perusahaan penyulingan minyak terbesar di Asia. Muatan minyak mentah diangkut dari Pelabuhan Yanbu, Arab Saudi, pada awal pekan ini.
Hingga berita ini ditulis, Cosco Shipping selaku operator kedua kapal maupun Sinopec belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar.
Kapal Lain Mulai Mengurangi Kecepatan
Setidaknya terdapat dua VLCC lain yang juga disewa Unipec dan dijadwalkan memasuki Laut Merah untuk memuat minyak mentah Saudi dari Pelabuhan Yanbu pada akhir bulan ini.
Baca Juga: Dolar AS Perkasa di Tengah Konflik Timur Tengah, Yen Sentuh Level Terlemah
Namun, data pelayaran menunjukkan kedua kapal tersebut memperlambat laju saat mendekati Selat Bab el-Mandeb dan hanya berputar-putar di Teluk Aden, mengindikasikan adanya kehati-hatian di tengah meningkatnya risiko keamanan.
Serangan Houthi Picu Penurunan Lalu Lintas Kapal
Pada Kamis, kelompok Houthi menyatakan telah melaksanakan operasi militer yang menargetkan dua kapal tanker minyak Saudi karena dianggap melanggar blokade laut yang mereka tetapkan.
Sementara itu, kantor berita resmi Arab Saudi, SPA, melaporkan kapal tanker Saudi Encelia diserang di Laut Merah hingga mengalami kebakaran. Meski demikian, seluruh awak kapal dilaporkan selamat.
Konflik yang terus memanas di Timur Tengah turut berdampak terhadap aktivitas pelayaran di jalur-jalur energi strategis dunia.
Data LSEG menunjukkan hanya terdapat 27 kapal, termasuk lima kapal tanker minyak dan satu kapal pengangkut LPG, yang melintasi Selat Bab el-Mandeb pada Rabu. Jumlah tersebut turun dibandingkan 38 kapal sehari sebelumnya.
Sementara itu, perusahaan analisis Vortexa mencatat satu VLCC keluar dari Bab el-Mandeb pada Rabu dengan transponder atau sinyal pelacak dalam kondisi dimatikan.
Baca Juga: Laba Hyundai Turun 21%, Tertekan Penjualan dan Gangguan Produksi
Aktivitas di Selat Hormuz Masih Sangat Terbatas
Penurunan lalu lintas juga terjadi di Selat Hormuz.
Data Kpler menunjukkan hanya tiga kapal pengangkut komoditas yang melintasi selat tersebut pada Rabu. Angka ini turun dibandingkan empat kapal sehari sebelumnya dan jauh lebih rendah dibandingkan 18 kapal pada Rabu pekan sebelumnya.
Dua kapal memasuki Selat Hormuz dari Teluk Oman, yakni satu kapal tanker yang mengangkut produk minyak bumi dan melintasi perairan Iran serta satu kapal kargo curah yang beroperasi dalam dark mode, yakni mematikan sinyal pelacakan otomatisnya.
Hingga 20 Juli, data LSEG mencatat terdapat 253 kapal tanker bermuatan yang berada di kawasan Teluk, terdiri atas:
-
102 kapal tanker minyak;
-
64 kapal pengangkut gas alam cair (LNG);
-
66 kapal pengangkut gas minyak cair (LPG).
Kondisi tersebut mencerminkan tingginya konsentrasi kapal energi di kawasan Teluk Persia di tengah meningkatnya risiko keamanan akibat eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah.














