kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.904.000   -43.000   -1,46%
  • USD/IDR 16.864   21,00   0,12%
  • IDX 8.219   -46,79   -0,57%
  • KOMPAS100 1.159   -9,20   -0,79%
  • LQ45 830   -8,91   -1,06%
  • ISSI 295   -1,13   -0,38%
  • IDX30 433   -3,16   -0,73%
  • IDXHIDIV20 517   -3,83   -0,74%
  • IDX80 129   -1,09   -0,83%
  • IDXV30 143   -0,18   -0,13%
  • IDXQ30 140   -1,43   -1,02%

Duh, korban meninggal akibat corona di Spanyol naik ke level tertinggi


Kamis, 14 Mei 2020 / 22:00 WIB
Duh, korban meninggal akibat corona di Spanyol naik ke level tertinggi
ILUSTRASI. Seorang petugas kesehatan terlihat melalui sebuah tanda, ketika dia menunjukkan ke rekan kerjanya untuk mendapatkan kembali 5% gaji yang dipotong sepuluh tahun yang lalu, di depan Rumahsakit Vall d'Hebron, saat penyebaran penyakit virus corona (COVID -19)


Sumber: Reuters | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - MADRID. Korban meninggal akibat virus corona baru di Spanyol pada Kamis (14/5) naik ke level angka kematian harian tertinggi dalam sepekan terakhir. 

Pihak berwenang pun memperingatkan, gelombang kedua wabah virus corona mungkin terjadi, setelah survei antibodi nasional menunjukkan sekitar 5% populasi telah tertular virus itu.

Kementerian Kesehatan Spanyol mengatakan, jumlah kematian akibat virus corona pada Kamis (14/3) mencapai 217 orang, lebih tinggi dari hari sebelumnya sebanyak 184 orang. 

Baca Juga: Jepang cabut keadaan darurat corona, kecuali di Tokyo dan Osaka

Untuk pertama kalinya sejak 8 Mei, angka kematian akibat virus corona di atas 200 orang. Total kematian akibat penyakit itu di negeri matador menjadi 27.321.

Mengutip Reuters, Kepala Darurat Kesehatan Fernando Simon menyebutkan, alasan kenaikan tidak jelas. Lebih dari setengah dari kematian baru terjadi di satu wilayah, Catalonia.

"Kami sekarang bekerja dengan wilayah tersebut untuk mengidentifikasi tanggal kematian dan mengevaluasi apakah ini adalah kematian baru atau ada keterlambatan dalam pembaruan," kata Simon.

Baca Juga: Kasus corona di Singapura lampaui 26.000, masih tertinggi di ASEAN

Sementara jumlah kasus virus corona meningkat menjadi 229.540, meskipun pengujian antibodi dari 60.000 orang di seluruh Spanyol bisa memperlihatkan sebanyak 2,3 juta orang yang memiliki penyakit ini.

Hasil awal menunjukkan rasio prevalensi 5% dalam 47 juta populasi Spanyol, jauh di bawah tingkat yang diperlukan untuk mencapai "kekebalan kawanan".

"Yang berarti, gelombang kedua penularan mungkin terjadi di seluruh negeri jika langkah-langkah untuk membendung pandemi tersebut tidak diamati," ujar Simon.

Baca Juga: Mulai besok, Malaysia longgarkan larangan salat berjemaah di masjid

Spanyol adalah salah satu negara yang paling parah dilanda pandemi virus corona. Jumlah kematian setiap hari telah menurun secara dramatis selama enam minggu terakhir dari puncak 950 orang pada awal April. 

Penguncian ketat yang diberlakukan di Spanyol, yang sekarang mulai dilonggarkan, telah membantu untuk mengekang penularan di negara ini.




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×