kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.948   -25,00   -0,14%
  • IDX 5.954   69,90   1,19%
  • KOMPAS100 772   8,07   1,06%
  • LQ45 584   5,74   0,99%
  • ISSI 206   2,37   1,17%
  • IDX30 331   3,62   1,11%
  • IDXHIDIV20 406   3,65   0,91%
  • IDX80 88   0,95   1,09%
  • IDXV30 111   1,75   1,61%
  • IDXQ30 106   1,02   0,97%

Kasus corona di Singapura lampaui 26.000, masih tertinggi di ASEAN


Kamis, 14 Mei 2020 / 14:35 WIB
ILUSTRASI. Orang-orang mengantre di luar toko kelontong, di tengah wabah penyakit virus corona (COVID-19), di Singapura 12 Mei 2020.


Sumber: Channelnewsasia.com | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Singapura melaporkan 752 kasus baru virus corona pada Kamis (14/5), menjadikan total infeksi menjadi 26.098 kasus, tertinggi di kawasan Asia Tenggara.

Melansir Channelnewsasia.com, Kementerian Kesehatan Singapura mengatakan, sebagian besar kasus adalah pemegang izin kerja yang tinggal di asrama pekerja asing. Dua kasus adalah warga Singapura atau penduduk tetap.

Meski begitu, Menteri Tenaga Kerja Singapura Josephine Teo mendesak masyarakat untuk tidak "terlalu khawatir", bahkan ketika jumlah kasus virus corona di Singapura tetap meningkat.

Baca Juga: Peringatan FBI: Peretas berafiliasi Pemerintah China berusaha curi data vaksin corona

Sebab, Teo menjelaskan, sejumlah besar kasus yang Singapura laporkan di kalangan pekerja migran mencerminkan pendekatan “pengujian agresif” saat ini.

“Beberapa negara telah menguji populasi migran mereka secara luas, jauh lebih sedikit yang dilakukan untuk menguji semua pekerja migran mereka seperti Singapura," katanya seperti dikutip Channelnewsasia.com.

Hanya, pada Rabu (13/5), Singapura mencatat lebih banyak pasien Covid-19 yang sembuh dalam sehari. Kemarin, sebanyak 958 pasien pulang dari rumahsakit, angka harian tertinggi.




TERBARU

[X]
×