Dunia dapat Mengakhiri Keadaan Darurat Covid Tahun Ini, WHO Bocorkan Tipsnya

Rabu, 26 Januari 2022 | 06:59 WIB Sumber: AFP,Reuters
Dunia dapat Mengakhiri Keadaan Darurat Covid Tahun Ini, WHO Bocorkan Tipsnya

ILUSTRASI. WHO mengatakan, dunia dapat mengakhiri kondisi darurat Covid-19 tahun ini, Fabrice Coffrini/Pool via REUTERS


KONTAN.CO.ID - JENEWA. Pimpinan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan pada hari Senin (24/1/2022) bahwa dunia dapat mengakhiri kondisi darurat Covid-19 tahun ini, meskipun virus minggu lalu membunuh satu orang setiap 12 detik.

"Kita dapat mengakhiri Covid-19 sebagai darurat kesehatan global dan kita dapat melakukannya tahun ini," kata Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus kepada dewan eksekutif badan kesehatan PBB itu seperti yang dilansir AFP.

Untuk melakukannya, WHO memberikan saran seperti ini. Negara-negara perlu bekerja lebih keras untuk memastikan akses yang adil ke vaksin dan pengobatan, melacak virus dan varian yang muncul, dan menjaga pembatasan kegiatan masyarakat.

WHO selama berbulan-bulan menuntut agar negara-negara berbuat lebih banyak untuk mempercepat distribusi vaksin di negara-negara miskin, menyerukan semua negara untuk memvaksinasi setidaknya 70 persen dari populasi mereka pada pertengahan tahun ini.

Menurut Tedors, setengah dari 194 negara anggota WHO melewatkan target sebelumnya untuk memvaksinasi 40 persen penduduk mereka pada akhir 2021 dan 85 persen orang di Afrika belum menerima satu suntikan pun.

Baca Juga: Kasus Naik Jadi 1.626, Kemenkes Jelaskan Kondisi Pasien Omicron di Indonesia

"Kita tidak bisa mengakhiri fase darurat pandemi kecuali kita menjembatani kesenjangan ini," katanya.

"Rata-rata pekan lalu, 100 kasus dilaporkan setiap tiga detik, dan seseorang meninggal karena Covid-19 setiap 12 detik," tambahnya.

Covid-19 telah menewaskan lebih dari 5,5 juta orang sejak pertama kali muncul pada akhir 2019 dan jumlah kasus telah didorong ke level rekor oleh varian Omicron baru.

Sejak strain pertama kali terdeteksi di Afrika selatan sembilan minggu lalu, Dr Tedros mengatakan 80 juta kasus telah dilaporkan ke WHO. Angka ini lebih tinggi dari pada tahun 2020.

Baca Juga: Studi Terbaru: Omicron Bisa Bertahan Lebih Lama di Permukaan Dibanding Delta

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Terbaru