kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45754,18   -2,20   -0.29%
  • EMAS1.007.000 -0,20%
  • RD.SAHAM -0.20%
  • RD.CAMPURAN -0.11%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Duta Besar AS untuk China mengundurkan diri, ini alasannya


Selasa, 15 September 2020 / 09:32 WIB
Duta Besar AS untuk China mengundurkan diri, ini alasannya
ILUSTRASI. Hubungan AS dan China masih memanas. REUTERS/Thomas Peter

Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON/BEIJING. Duta Besar AS untuk China Terry Branstad akan mundur dari jabatannya. Menurut seorang pejabat AS yang mengetahui detil masalah tersebut, Brandstad mundur untuk membantu kampanye pemilihan kembali Presiden AS Donald Trump.

Keputusan Brandstad meninggalkan Beijing terjadi pada saat hubungan  para petinggi dua negara itu berada pada kondisi terburuknya dalam beberapa dekade.

Mengutip Reuters, kedutaan AS dalam sebuah pernyataan mengatakan, Branstad yang sebelumnya menjabat sebagai gubernur Iowa, akan meninggalkan China pada awal Oktober.

“Saya berterima kasih kepada Duta Besar Terry Branstad atas pengabdiannya selama lebih dari tiga tahun kepada rakyat Amerika sebagai Duta Besar AS untuk Republik Rakyat China,” Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo tweeted.

Baca Juga: Kunjungi lokasi kebakaran California, Trump: Pohon bisa meledak

“Duta Besar Branstad telah berkontribusi untuk menyeimbangkan kembali hubungan AS-China agar berorientasi pada hasil, timbal balik, dan adil.”

Pada hari Sabtu, Trump mengisyaratkan bahwa Branstad mungkin bergabung dengan tim kampanyenya. Dalam video yang diposting di Twitter oleh senator Iowa Joni Ernst, Trump mengatakan Branstad akan pulang ke Amerika.

Baca Juga: Sempat bersitegang di radio, Bakamla usir kapal coast guard China di Natuna

Kepergian Branstad menyebabkan misi AS di Beijing tanpa duta besar. Ini dinilai cukup rentan karena beberapa waktu belakangan kedua negara berselisih tentang segala hal mulai dari undang-undang keamanan baru China di Hong Kong, hingga penanganan pandemi virus corona baru dan masalah teritorial di Laut China Selatan.



TERBARU

[X]
×