kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.819.000   -17.000   -0,93%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Ekonom Legendaris Ini Angkat Suara, Kebijakan Trump Dinilai Bisa Hancurkan Dunia


Jumat, 04 April 2025 / 09:57 WIB
Ekonom Legendaris Ini Angkat Suara, Kebijakan Trump Dinilai Bisa Hancurkan Dunia
ILUSTRASI. Ekonom konservatif legendaris Thomas Sowell mengeluarkan peringatan serius terhadap kebijakan tarif Presiden Donald Trump. REUTERS/Evelyn Hockstein 


Sumber: Fox Business | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ekonom konservatif legendaris Thomas Sowell mengeluarkan peringatan serius terhadap kebijakan tarif Presiden Donald Trump yang dinilainya berpotensi memicu perang dagang global dan mengulangi kesalahan kebijakan ekonomi yang memperburuk Depresi Besar pada tahun 1930-an.

Dalam wawancara eksklusif bersama Hoover Institution yang dirilis Rabu, Sowell menyebut kebijakan tarif Trump sebagai langkah yang mengingatkan pada keputusan "merusak" dari masa lalu.

Tarif Smoot-Hawley dan Bayang-Bayang Sejarah Ekonomi Kelam

Sowell secara khusus merujuk pada kebijakan tarif Smoot-Hawley yang diberlakukan pada 1929-1930 sebagai respons terhadap tekanan ekonomi saat itu. Kebijakan proteksionis tersebut bertujuan melindungi industri domestik Amerika dari persaingan luar negeri.

Baca Juga: Sejarah Kelam Terulang? Begini Dampak Mengerikan dari Kebijakan Tarif Trump di AS

Namun, negara-negara lain membalas dengan kebijakan serupa, yang akhirnya menyebabkan anjloknya perdagangan internasional dan memperparah krisis ekonomi global.

"Menyakitkan melihat keputusan merusak dari tahun 1920-an diulangi kembali," ujar Sowell.

"Jika kita memicu perang dagang global, sejarah telah menunjukkan betapa kehancuran itu tidak terhindarkan," tambahnya.

Tarif Sebagai Strategi Jangka Pendek: Solusi atau Bahaya Tertunda?

Sowell menyampaikan bahwa tarif bisa saja efektif jika diterapkan secara terbatas dan untuk tujuan strategis jangka pendek, seperti renegosiasi kesepakatan dagang atau tekanan diplomatik. Namun, jika diberlakukan dalam jangka panjang tanpa kejelasan arah, tarif tersebut justru menciptakan ketidakpastian dan bisa menghambat aktivitas ekonomi.

"Jika ini hanya langkah jangka pendek untuk mencapai tujuan terbatas, mungkin masih bisa dimaklumi. Tapi jika kebijakan ini berlanjut selama empat tahun atau lebih, maka banyak pelaku pasar akan menahan uang mereka, menunggu kejelasan, dan itu sangat berbahaya bagi perekonomian," tambahnya.

Ketidakpastian Kebijakan dan Dampaknya terhadap Investasi dan Pasar Modal

Sowell juga menyoroti bahwa kebijakan ekonomi yang tidak konsisten dan bersifat sepihak dapat menciptakan iklim ketidakpastian. Ketika investor dan pelaku bisnis tidak tahu arah kebijakan pemerintah, mereka cenderung menahan investasi dan konsumsi, sehingga menghambat pertumbuhan ekonomi.

Baca Juga: Daftar Barang yang Bakal Menguras Dompet Rakyat Amerika Akibat Kebijakan Tarif Trump

"Saat tidak ada sistem aturan yang dapat diprediksi, orang tidak tahu langkah apa yang akan diambil pemerintah selanjutnya. Ini formula untuk stagnasi ekonomi," tegas Sowell.

Ia menyinggung kondisi pasar saham yang sempat mengalami penurunan tajam akibat ketidakpastian tersebut, serta fenomena "wait-and-see" yang terjadi di kalangan investor besar.

Pelajaran dari Roosevelt: Eksperimen dalam Sistem Aturan yang Jelas

Dalam wawancaranya, Sowell mengutip pendekatan Presiden Franklin D. Roosevelt pada masa Depresi Besar, yang dikenal dengan strategi eksperimental. Roosevelt menerapkan berbagai kebijakan ekonomi dan dengan cepat menggantinya jika tidak berhasil. Namun, kata Sowell, eksperimen hanya bisa dilakukan dalam kerangka sistem yang stabil dan dapat diprediksi.

"'Cobalah sesuatu. Jika tidak berhasil, akui dan ubah arah.' Tapi itu hanya bisa berhasil jika Anda bermain dalam sistem aturan yang jelas, bukan menciptakan aturan baru sesuka hati," jelas Sowell.

Peringatan Terhadap Repetisi Kesalahan Historis

Sowell menyampaikan kekhawatirannya bahwa kebijakan tarif Trump berpotensi menjadi versi modern dari kebijakan Smoot-Hawley. Jika tidak segera dikendalikan, kebijakan semacam ini bisa memicu retaliasi global, mengganggu rantai pasok, dan menurunkan volume perdagangan internasional secara signifikan.

Baca Juga: Pemerintah Harus Proteksi dan Perkuat Daya Saing Antisipasi Tarif Impor Trump

Dalam konteks globalisasi dan integrasi ekonomi saat ini, ketergantungan antarnegara semakin besar. Oleh karena itu, kebijakan tarif unilateral bisa memiliki dampak sistemik yang luas dan mendalam, jauh melampaui perbatasan domestik Amerika Serikat.

Sowell menekankan perlunya kebijakan ekonomi berbasis aturan dan transparansi. Ia menyerukan komitmen politik yang kuat untuk menciptakan kerangka kerja ekonomi yang jelas dan terprediksi agar pelaku pasar merasa percaya diri untuk melakukan investasi dan konsumsi.

"Seluruh dunia mengamati. Jika Amerika Serikat terus mengambil kebijakan ekonomi sepihak dan tidak stabil, maka kepercayaan global terhadap perekonomian AS juga akan tergerus," tuturnya.

Selanjutnya: Sebulan Naik 6,75 Persen, Harga Emas Antam Ambrol (4 April 2025)

Menarik Dibaca: Asam Urat Disebabkan Oleh Apa? Ini Penjelasan Mengenai Gejala & Penyebabnya


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×