kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.788.000   -12.000   -0,43%
  • USD/IDR 17.714   46,00   0,26%
  • IDX 6.051   -44,17   -0,72%
  • KOMPAS100 796   -8,78   -1,09%
  • LQ45 610   -6,73   -1,09%
  • ISSI 213   -1,10   -0,51%
  • IDX30 348   -3,70   -1,05%
  • IDXHIDIV20 434   -4,79   -1,09%
  • IDX80 92   -1,02   -1,10%
  • IDXV30 120   -0,93   -0,77%
  • IDXQ30 114   -1,57   -1,36%

Ekonomi loyo, penjualan mobil di China makin terpuruk


Selasa, 10 Desember 2019 / 14:49 WIB
ILUSTRASI. Karyawan bekerja di pabrik kendaraan listrik SAIC Volkswagen MEB di Shanghai, China, 8 November 2019. Penjualan mobil di China yang turun selama 17 bulan berturut-turut di bulan November 2019.


Sumber: Reuters | Editor: Khomarul Hidayat

China telah menjadi pendukung tajam NEV dan telah menerapkan persyaratan kuota penjualan untuk para produsen mobil. Tapi China kemudian memotong subsidi di tahun ini dan berencana menghapus subsidi setelah tahun 2020 mendatang.

Ini setelah muncul kritikan pedas bahwa beberapa perusahaan menjadi terlalu bergantung pada dana subsidi, membuat harga kendaraan NEV lebih mahal dan mengurangi permintaan.

Baca Juga: Agen Pemegang Merek Siapkan Produk Baru, Penjualan Mobil Tahun Depan Diharapkan Naik premium

Krisis penjualan mobil yang berkepanjangan telah membuat para prodsuen mobil global seperti Ford memotong rencana produksi di China.

Geely, pembuat mobil paling terkenal di Tiongkok secara global, membukukan pertumbuhan penjualan 1% yoy di bulan November 2019.

Sementara produsen mobil terbesar di dunia SAIC Motor mengalami penurunan penjualan 9,6% karena kinerja yang buruk dari usaha patungan dengan General Motors.

Baca Juga: Menjelang tarif 15 Desember, Trump: AS baik-baik saja dengan China




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×