kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

Ekonomi melambat, Beijing kemungkinan akan terima ultimatum Trump soal perang dagang


Kamis, 21 November 2019 / 11:34 WIB
ILUSTRASI. Perang dagang AS-China sudah berlangsung selama lima bulan. REUTERS/Kevin Lamarque


Sumber: foxnews,CNBC,Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Bank sentral China, The People's Bank of China, sudah mengambil sejumlah aksi untuk memerangi perlambatan pertumbuhan ekonomi. Termasuk di antaranya memangkas dua suku bunga kunci pada pekan ini.

Pada Rabu, misalnya, bank sentral menurunkan suku bunga pinjaman utama, yang menjadi suku bunga acuan negara tersebut, untuk kali pertama dalam empat tahun terakhir. Sehari sebelumnya, PBOC juga memangkas tingkat suku bunga repurchase tujuh harian.

Baca Juga: Cemas Gara-Gara Kelakuan Oknum, Investor Asing Makin Getol Menggelar Aksi Jual

Selain menghadapi perlambatan pertumbuhan, China juga menghadapi masalah terkait inflasi. Data Reuters menunjukkan, inflasi konsumen China telah melaju ke level tertinggi hampir delapan tahun yakni mendekati 3,8%. Sebagian didorong oleh melonjaknya harga daging babi sebagai akibat merebaknya Demam Babi Afrika di negara itu, yang menimbulkan dilema bagi bank sentral.

"PBOC semakin khawatir tentang kenaikan inflasi CPI dan ekspektasi inflasi," kata Koo seperti yang dikutip dari Reuters.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×