kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45725,83   16,46   2.32%
  • EMAS914.000 0,11%
  • RD.SAHAM 0.55%
  • RD.CAMPURAN 0.20%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Ekonomi menyusut lebih dalam dari ramalan, resesi Singapura di depan mata


Kamis, 26 Maret 2020 / 11:26 WIB
Ekonomi menyusut lebih dalam dari ramalan, resesi Singapura di depan mata
ILUSTRASI. Wisatawan mengenakan masker di Singapura. REUTERS/Feline Lim

Sumber: South China Morning Post,Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Data awal menunjukkan pada hari Kamis, ekonomi Singapura menyusut 2,2% pada kuartal pertama dari tahun sebelumnya. Ini merupakan kontraksi terbesar dalam lebih dari satu dekade terakhir ketika wabah virus corona mendorong negara tersebut bersiap merencanakan resesi.

Melansir South China Morning Post, data suram dari Negeri Merlion kemungkinan akan menambah kekhawatiran bahwa ekonomi global akan berkontraksi pada semester pertama tahun ini. Singapura adalah salah satu negara dengan perekonomian paling terbuka di dunia dan salah satu yang pertama melaporkan data pertumbuhan triwulanan sejak virus menyebar dari China pada awal tahun.

Penurunan tersebut merupakan penurunan terbesar sejak krisis keuangan 2009 dan berada di bawah ekspektasi para ekonom yang mematok penurunan 1,5%.
Data ini juga datang ketika otoritas menurunkan perkiraan 2020 untuk PDB mereka ke kisaran -4% hingga -1%, dari kisaran sebelumnya -0,5% hingga 1,5%.

Baca Juga: Kompak, rupiah di kurs tengah BI dibuka menguat ke Rp 16.328 per dolar AS hari ini

Kementerian Perdagangan dan Industri mengatakan dalam sebuah pernyataan, pada basis kuartal ke kuartal, PDB mengalami kontraksi 10,6%. Ini menjadi penurunan paling tajam sejak kuartal ketiga 2010 dan jauh di bawah ekspektasi para ekonom yang memprediksi kontraksi 6,3%.

"Wabah Covid-19 telah meningkat, dan menyebabkan kemunduran yang signifikan dalam situasi ekonomi baik secara eksternal maupun domestik," kata kementerian itu seperti yang dikutip South China Morning Post.

"Karena situasi Covid-19 global masih berkembang pesat, masih ada tingkat ketidakpastian yang signifikan atas tingkat keparahan dan durasi wabah global, dan lintasan pemulihan ekonomi global setelah wabah. Namun, keseimbangan risiko cenderung miring ke bawah," demikian penjelasan kementerian perdagangan Singapura.

Baca Juga: Terus bertambah, total WNI positif corona di Singapura jadi 25 orang

Ekonomi Singapura sangat bergantung pada perdagangan. Itu sebabnya, mereka sangat waspada terhadap kelemahan yang dipicu oleh wabah virus ketika negara kota tersebut dan mitra dagang utamanya menutup perbatasan. Kebijakan itu secara otomatis mengurangi jadwal produksi dan memberlakukan pembatasan pada pergerakan konsumen.



TERBARU

[X]
×