Elon Musk: Layanan Terverifikasi Twitter dengan Kategori Warna Meluncur Pekan Depan

Jumat, 25 November 2022 | 19:49 WIB Sumber: Reuters
Elon Musk: Layanan Terverifikasi Twitter dengan Kategori Warna Meluncur Pekan Depan

ILUSTRASI. Twitter Inc akan meluncurkan layanan terverifikasi dengan cek warna berbeda untuk individu, perusahaan dan pemerintah.


KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Twitter Inc akan meluncurkan layanan terverifikasi pada Jumat pekan depan dengan cek warna berbeda untuk individu, perusahaan dan pemerintah. 

Mengutip Reuters, Jumat (25/11), Chief Executive Elon Musk membagikan kategori warna, yakni emas untuk perusahaan, abu-abu untuk pemerintah dan centang biru untuk individu, termasuk selebriti.

"Menyakitkan, tapi perlu," katanya.

Musk menambahkan bahwa akun terverifikasi akan diautentikasi secara manual sebelum cek diaktifkan.

Baca Juga: Twitter akan Luncurkan Cek Emas, Abu-Abu di Samping Tanda Verifikasi Biru

Musk dalam cuitannya mengatakan, layanan berbayar sebesar US$ 8 per bulan yang diperbarui akan memungkinkan individu untuk memiliki logo sekunder yang lebih kecil dari organisasi mereka jika diverifikasi oleh mereka. 

"Penjelasan lebih panjang minggu depan."

Platform media sosial pada hari Senin menunda peluncurannya untuk membuatnya sangat mudah karena layanan tersebut diharapkan dapat membantu Twitter meningkatkan pendapatan pada saat Musk mencoba mempertahankan pengiklan setelah membeli perusahaan bulan lalu seharga US$ 44 miliar.

Layanan berlangganan, yang disebut oleh Musk sebagai penyertaan hebat, dihentikan sementara pada 11 November karena akun palsu menjamur, memaksa orang terkaya di dunia itu untuk mengembalikan lencana resmi kepada beberapa pengguna.

Misalnya, seorang pengguna yang berpura-pura menjadi pembuat obat Eli Lilly and Co telah men-tweet bahwa insulin akan digratiskan, menyebabkan jatuhnya saham perusahaan dan memaksanya untuk mengeluarkan permintaan maaf.

Baca Juga: Elon Musk: Twitter Akan Berikan Amnesti ke Sejumlah Akun yang Ditangguhkan

Gejolak tersebut menyebabkan beberapa perusahaan termasuk General Motors dan United Airlines menghentikan sementara atau menarik kembali iklan di platform tersebut. Namun, pertumbuhan pengguna di Twitter berada pada titik tertinggi sepanjang masa, menurut Musk.

Editor: Herlina Kartika Dewi

Terbaru