kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.916.000   -1.000   -0,03%
  • USD/IDR 16.828   39,00   0,23%
  • IDX 8.888   -87,44   -0,97%
  • KOMPAS100 1.227   -17,06   -1,37%
  • LQ45 869   -13,42   -1,52%
  • ISSI 327   -3,54   -1,07%
  • IDX30 441   -9,75   -2,16%
  • IDXHIDIV20 516   -17,35   -3,25%
  • IDX80 136   -1,93   -1,40%
  • IDXV30 144   -3,91   -2,65%
  • IDXQ30 141   -3,88   -2,67%

Emas dan Perak Dekati Rekor Tertinggi Selasa (27/1), Permintaan Aset Aman Masih Kuat


Selasa, 27 Januari 2026 / 09:39 WIB
Emas dan Perak Dekati Rekor Tertinggi Selasa (27/1), Permintaan Aset Aman Masih Kuat
ILUSTRASI. Emas dan Perak (REUTERS/Denis Balibouse)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Harga emas naik pada Selasa (27/1/2026) setelah menembus level US$5.100 per ons untuk pertama kalinya pada sesi sebelumnya.

Kenaikan ini didorong oleh berlanjutnya permintaan aset aman di tengah ketidakpastian geopolitik global. Harga perak juga bertahan di dekat rekor tertinggi sepanjang masa.

Melansir Reuters, harga emas spot naik 1,1% menjadi US$5.068,05 per ons troi pada pukul 01.21 GMT, setelah sehari sebelumnya mencetak rekor di US$5.110,50 per ons.

Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Februari naik 0,4% ke level US$5.063,0 per ons.

Baca Juga: Laba Industri China Naik pada 2025, Pertama dalam Empat Tahun

Ketegangan geopolitik kembali meningkat setelah Presiden AS Donald Trump pada Senin menyatakan akan menaikkan tarif impor menjadi 25% terhadap sejumlah produk Korea Selatan, termasuk otomotif, kayu, dan farmasi.

Trump juga mengkritik Seoul karena dinilai gagal memenuhi kesepakatan dagang dengan Washington.

Langkah tersebut menyusul ancaman tarif terhadap Kanada, di tengah mencairnya hubungan kedua negara setelah Perdana Menteri Kanada Mark Carney mengunjungi China awal bulan ini.

Penguatan yen Jepang turut menekan dolar AS, yang bertahan di dekat level terendah empat bulan.

Pelemahan dolar juga dipicu oleh sejumlah faktor domestik AS, termasuk risiko penutupan pemerintahan (government shutdown) serta kebijakan Presiden Trump yang dinilai tidak konsisten.

Baca Juga: Kondisi Bisnis Australia Pulih di Akhir 2025

Dolar yang lebih lemah membuat emas yang diperdagangkan dalam denominasi dolar AS menjadi lebih murah bagi pembeli luar negeri.

Di sisi kebijakan moneter, Federal Reserve diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuannya dalam rapat kebijakan yang dimulai pada Selasa.

Namun, pertemuan tersebut dibayangi oleh penyelidikan pidana pemerintahan Trump terhadap Ketua The Fed Jerome Powell, upaya pemberhentian Gubernur The Fed Lisa Cook, serta rencana penunjukan pengganti Powell yang masa jabatannya berakhir pada Mei.

Di sektor korporasi, perusahaan tambang China Zijin Gold dikabarkan akan mengakuisisi Allied Gold asal Kanada senilai sekitar C$5,5 miliar atau setara US$4,02 miliar secara tunai.

Langkah ini menjadi bagian dari ekspansi global Zijin di tengah harga emas yang berada di level tertinggi sepanjang masa.

Baca Juga: Bursa Asia Naik (27/1), Harapan Laba Perusahaan AS Redam Dampak Tarif Trump ke Korsel

Reli emas yang belum pernah terjadi sebelumnya juga meningkatkan margin dan arus kas perusahaan tambang, sehingga mendorong konsolidasi industri.

Sementara itu, harga perak spot melonjak 6,3% menjadi US$110,39 per ons troi, setelah menyentuh rekor tertinggi di US$117,69 pada Senin. Sepanjang tahun berjalan, harga perak telah melesat sekitar 55%.

Harga platinum spot justru turun 2,5% menjadi US$2.688,12 per ons troi, setelah mencetak rekor US$2.918,80 pada sesi sebelumnya. Adapun palladium naik tipis 0,1% ke level US$1.980,50 per ons troi.

Selanjutnya: 27 Januari Memperingati Hari Memompa ASI Sedunia, Ketahui Sejarah dan Manfaatnya

Menarik Dibaca: Wajah Mulus: Hindari 4 Bahaya Fatal Memencet Jerawat Sendiri & Tips Mengatasinya




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×