Sumber: AFP | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
Powell di Bawah Tekanan
Pernyataan keras terbaru Trump terhadap sekutu kembali memicu kekhawatiran perang dagang dan ketidakpastian iklim investasi di Amerika Serikat. Kondisi ini turut menekan nilai dolar sepanjang pekan ini.
Analis menilai belum ada jaminan bahwa hubungan Amerika Serikat dan Eropa akan membaik secara berkelanjutan. Sikap Trump yang kerap mengancam tarif atas berbagai isu dinilai mengguncang kepercayaan pelaku pasar dan mendorong minat terhadap aset aman seperti emas dan perak.
Investor juga bersiap menghadapi rapat Federal Reserve pekan ini, menyusul rilis data ekonomi AS yang relatif sesuai perkiraan. Kekhawatiran pasar meningkat setelah jaksa AS menyoroti Ketua The Fed Jerome Powell, yang memicu isu independensi bank sentral.
The Fed diperkirakan akan menahan suku bunga acuannya, setelah memangkas suku bunga dalam tiga pertemuan sebelumnya. Rapat ini juga berlangsung di tengah spekulasi Trump yang mulai mempertimbangkan kandidat pengganti Powell, mengingat masa jabatannya berakhir pada Mei mendatang.
Tonton: Waspada, AS- Sekutu Kepung Iran, Konflik Timur Tengah Kembali Pecah?
Di Asia, Bank of Japan memutuskan mempertahankan suku bunga acuannya menjelang pemilu dadakan pekan depan, yang berpotensi memengaruhi kebijakan belanja pemerintah. Setelah sempat bergejolak, nilai tukar yen tercatat menguat tipis.
Pekan ini, perhatian pasar juga tertuju pada musim laporan keuangan di Amerika Serikat. Sejumlah raksasa korporasi seperti Apple, Microsoft, Boeing, Tesla, hingga Meta dijadwalkan merilis kinerja keuangan terbarunya.












