kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.887.000   7.000   0,24%
  • USD/IDR 16.850   -59,00   -0,35%
  • IDX 8.951   -41,17   -0,46%
  • KOMPAS100 1.235   -4,75   -0,38%
  • LQ45 874   -1,52   -0,17%
  • ISSI 329   -0,59   -0,18%
  • IDX30 449   0,67   0,15%
  • IDXHIDIV20 532   3,66   0,69%
  • IDX80 137   -0,49   -0,35%
  • IDXV30 148   1,36   0,93%
  • IDXQ30 144   0,72   0,50%

Emas Hampir Sentuh US$ 5.000 dan Perak Bersinar: Apa Pemicu Lonjakan Aset Aman Ini?


Senin, 26 Januari 2026 / 05:09 WIB
Emas Hampir Sentuh US$ 5.000 dan Perak Bersinar: Apa Pemicu Lonjakan Aset Aman Ini?
ILUSTRASI. Harga emas dan perak melonjak tinggi setelah Trump peringatkan Iran. Ketegangan geopolitik membuat aset aman jadi incaran. (REUTERS/Angelika Warmuth)


Sumber: AFP | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Powell di Bawah Tekanan

Pernyataan keras terbaru Trump terhadap sekutu kembali memicu kekhawatiran perang dagang dan ketidakpastian iklim investasi di Amerika Serikat. Kondisi ini turut menekan nilai dolar sepanjang pekan ini.

Analis menilai belum ada jaminan bahwa hubungan Amerika Serikat dan Eropa akan membaik secara berkelanjutan. Sikap Trump yang kerap mengancam tarif atas berbagai isu dinilai mengguncang kepercayaan pelaku pasar dan mendorong minat terhadap aset aman seperti emas dan perak.

Investor juga bersiap menghadapi rapat Federal Reserve pekan ini, menyusul rilis data ekonomi AS yang relatif sesuai perkiraan. Kekhawatiran pasar meningkat setelah jaksa AS menyoroti Ketua The Fed Jerome Powell, yang memicu isu independensi bank sentral.

The Fed diperkirakan akan menahan suku bunga acuannya, setelah memangkas suku bunga dalam tiga pertemuan sebelumnya. Rapat ini juga berlangsung di tengah spekulasi Trump yang mulai mempertimbangkan kandidat pengganti Powell, mengingat masa jabatannya berakhir pada Mei mendatang.

Tonton: Waspada, AS- Sekutu Kepung Iran, Konflik Timur Tengah Kembali Pecah?

Di Asia, Bank of Japan memutuskan mempertahankan suku bunga acuannya menjelang pemilu dadakan pekan depan, yang berpotensi memengaruhi kebijakan belanja pemerintah. Setelah sempat bergejolak, nilai tukar yen tercatat menguat tipis.

Pekan ini, perhatian pasar juga tertuju pada musim laporan keuangan di Amerika Serikat. Sejumlah raksasa korporasi seperti Apple, Microsoft, Boeing, Tesla, hingga Meta dijadwalkan merilis kinerja keuangan terbarunya.

Selanjutnya: Aksi Buyback Saham Marak di Awal 2026, Cermati Saham Pilihan Analis




TERBARU

[X]
×