kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.088   -22,00   -0,12%
  • IDX 6.042   2,45   0,04%
  • KOMPAS100 790   1,48   0,19%
  • LQ45 600   1,02   0,17%
  • ISSI 210   -0,03   -0,02%
  • IDX30 339   0,09   0,03%
  • IDXHIDIV20 422   0,59   0,14%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 115   -0,13   -0,11%
  • IDXQ30 109   0,09   0,08%

Episode berdarah tak surutkan aksi massa besar di Myanmar


Senin, 22 Februari 2021 / 05:32 WIB
ILUSTRASI. Massa besar berkerumun di Myanmar pada hari Minggu (21/2/2021) untuk mengecam aksi kudeta militer 1 Februari. REUTERS/Stringer


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - NAYPYITAW. Massa besar berkerumun di Myanmar pada hari Minggu (21/2/2021) untuk mengecam aksi kudeta militer 1 Februari. Ini merupakan aksi unjuk rasa terbesar setelah episode paling berdarah dari kampanye demokrasi pada hari sebelumnya, ketika pasukan keamanan menembaki pengunjuk rasa, sehingga menewaskan dua orang.

Melansir Reuters, pihak militer Myanmar tidak mampu memadamkan aksi demonstrasi dan kampanye pembangkangan sipil terhadap kudeta dan penahanan pemimpin terpilih Aung San Suu Kyi serta pemimpin lainnya. Aksi terus terjadi bahkan saat pihak militer berjanji untuk menggelar pemilihan umum baru dan peringatan keras terhadap perbedaan pendapat.

Menurut saksi mata kepada Reuters, puluhan ribu orang berkumpul dengan damai di kota kedua Mandalay, tempat pembunuhan hari Sabtu terjadi.

“Mereka membidik kepala warga sipil yang tidak bersenjata. Mereka membidik masa depan kami,” kata seorang pengunjuk rasa muda kepada kerumunan.

Baca Juga: Gelombang aksi unjuk rasa menentang kudeta di Myanmar masih berlanjut

Reuters memberitakan, Kementerian Luar Negeri Myanmar mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa meskipun demonstrasi yang melanggar hukum, hasutan kerusuhan dan kekerasan, pihak berwenang terkait melakukan pengekangan sepenuhnya melalui penggunaan kekuatan minimum untuk mengatasi gangguan.

Pemerintah Myanmar menambahkan, mereka menjaga keamanan publik sejalan dengan praktek hukum domestik dan internasional. 

Di kota utama Yangon, ribuan anak muda berkumpul di tempat yang berbeda untuk meneriakkan slogan dan bernyanyi.

Baca Juga: Pasca tudingan impor walkie talkie, polisi Myanmar ajukan tuntutan baru atas Suu Kyi

“Kami, kaum muda, memiliki impian kami, tetapi kudeta militer ini telah menimbulkan begitu banyak rintangan,” kata Ko Pay di Yangon. 




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×