CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.604.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.627   61,00   0,35%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

Erdogan: Hagia Sophia adalah masalah internal Turki


Senin, 13 Juli 2020 / 11:01 WIB
ILUSTRASI. Recep Tayip Erdogan, Presiden Turki. REUTERS/Denis Balibouse


Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie, Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - ANKARA. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada hari Minggu menggarisbawahi bahwa status Hagia Sophia adalah masalah internal negaranya. Dia mendesak negara-negara lain untuk menghormati keputusan akhir negara.

"Pembuat keputusan akhir tentang status Hagia Sophia adalah bangsa Turki, bukan yang lain. Ini urusan internal kami," kata Recep Tayyip Erdogan kepada jurnal Kriter yang berbasis di Istanbul seperti yang dilansir Anadolu.

Erdogan menekankan, negara-negara lain harus menghormati keputusan Turki. Dia menambahkan bahwa konversi ikonik dari masjid ke museum pada tahun 1934 adalah "keputusan yang menyakitkan bagi bangsa Turki."

Baca Juga: Hagia Sophia Turki diubah jadi masjid, Paus Franciscus mengaku sangat tertekan

Dia menolak kritik domestik dan asing atas keputusan tersebut, dengan mengatakan mereka "tidak memiliki nilai" di pengadilan.

Melansir Al Jazeera, Turki akhirnya resmi mengumumkan bahwa Hagia Sophia akan kembali digunakan sebagai masjid. Erdogan menganggap penggunaan bangunan bersejarah tersebut sebagai museum merupakan tindakan yang ilegal.

Erdogan menyampaikan pengumuman ini pada hari Jumat (10/7) waktu setempat, satu jam setelah putusan pengadilan diturunkan.

Baca Juga: Museum Hagia Sophia jadi masjid, UNESCO kecewa

"Keputusan itu diambil untuk menyerahkan pengelolaan Masjid Ayasofya, kepada Direktorat Urusan Agama dan membukanya kembali untuk (kegiatan) ibadah," ungkap Erdogan dalam surat resmi yang dibagikannya lewat Twitter.




TERBARU

[X]
×