kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.875   17,00   0,10%
  • IDX 6.059   -57,20   -0,94%
  • KOMPAS100 792   -2,02   -0,25%
  • LQ45 598   -1,34   -0,22%
  • ISSI 211   -2,09   -0,98%
  • IDX30 338   -0,54   -0,16%
  • IDXHIDIV20 413   -1,89   -0,46%
  • IDX80 90   -0,19   -0,21%
  • IDXV30 111   -0,73   -0,66%
  • IDXQ30 108   -0,02   -0,02%

Filipina deklarasikan kondisi darurat, warga tak boleh sentuh Presiden Duterte


Selasa, 10 Maret 2020 / 10:21 WIB
ILUSTRASI. Presiden Filipina Rodrigo Duterte. REUTERS/Dondi Tawatao


Sumber: South China Morning Post | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - MANILA. Presiden Rodrigo Duterte pada hari Senin mendeklarasikan "keadaan darurat kesehatan masyarakat" atas wabah virus corona Filipina yang meluas. Jumlah infeksi meningkat menjadi 20 kasus. Kondisi ini mendorong tim keamanan sang Presiden untuk memberlakukan kebijakan "tanpa sentuhan" kepadanya.

Asisten menteri kesehatan Rosario Vergeire pada hari Senin mengatakan "pengawasan intensif" adalah alasannya karena negara itu melihat lonjakan 15 infeksi baru selama rentang empat hari.

Mengutip South China Morning Post, berdasarkan Proklamasi Presiden 922, wabah Covid-19 "merupakan keadaan darurat yang mengancam keamanan nasional yang memerlukan respons seluruh pemerintah".

Baca Juga: Pertumbuhan ekonomi Filipina di 2019 hanya 5,9%

Deklarasi ini akan memungkinkan pemerintah, dengan bantuan polisi dan lembaga nasional lainnya, untuk menegakkan tindakan pencegahan karantina dan pengendalian penyakit, serta meningkatkan unit pemerintah daerah untuk mencegah korban jiwa dan menahan atau mencegah penyebaran dari Covid-19.

Langkah itu dilakukan dua minggu setelah Menteri Kesehatan Francisco Duque menulis surat kepada asisten pembantu Duterte, Salvador Medialdea, untuk memberi saran kepada istana agar mengeluarkan deklarasi semacam itu jika terjadi transmisi lokal untuk mempermudah proses pengadaan dan akses ke pendanaan. Hal ini akan  memungkinkan pihak berwenang untuk memaksakan penguncian komunitas dan pembatasan perjalanan.

Baca Juga: Skenario terburuk, letusan Gunung Taal di Filipina bisa berlangsung berbulan-bulan

Kasus penularan lokal pertama di Filipina merupakan seorang lelaki berusia 62 tahun tanpa sejarah perjalanan ke luar negeri baru-baru ini. Konfirmasi mengenai infeksi ini dilakukan pada Jumat lalu, yang mendorong Duque untuk meningkatkan peringatan ke "Code Red Sublevel 1" - satu langkah sebelum level "karantina komunitas" atau penguncian diberlakukan. Istri pasien kemudian dites positif.




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×