Gaji Menteri Malaysia Dipotong 20% hingga Ekonomi Pulih

Rabu, 07 Desember 2022 | 05:37 WIB   Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie
Gaji Menteri Malaysia Dipotong 20% hingga Ekonomi Pulih

ILUSTRASI. Anwar Ibrahim mengatakan, para menteri kabinet di pemerintah persatuan Malaysia telah menyetujui adanya pemotongan gaji bulanan mereka sebesar 20%. ANTARA FOTO/Rafiuddin Abdul Rahman


KONTAN.CO.ID - PUTRAJAYA. Perdana Menteri Anwar Ibrahim mengatakan, para menteri kabinet di pemerintah persatuan Malaysia telah menyetujui adanya pemotongan gaji bulanan mereka sebesar 20%. Hal tersebut diungkapkan Anwar Ibrahim usai memimpin rapat Kabinet pertamanya pada Senin (5/12/2022).

Mengutip Channel News Asia, Anwar menjelaskan, mereka menyetujui hal ini karena keprihatinan atas masalah yang dihadapi publik.

“Ini dilakukan sampai ekonomi pulih. Jika ekonomi pulih dalam tiga tahun, kami akan meninjau ini. Pemotongan gaji memang tidak tepat, tapi saya berterima kasih atas kesediaan mereka berkorban sedikit," tambahnya.

Anwar juga bilang, “Ada sebagian orang yang mengatakan Anwar tidak mengambil gaji perdana menteri, dia akan mengambil gaji menteri keuangan. Itu tidak benar. Hanya ada satu gaji."

Anwar, yang juga menteri keuangan, diapit oleh wakil perdana menteri Ahmad Zahid Hamidi dan Fadillah Yusof serta Kepala Sekretaris Pemerintah Mohd Zuki Ali selama konferensi pers di kantor perdana menteri.

Selama kampanye pemilihan umum baru-baru ini, Anwar berjanji untuk melepaskan gajinya sebagai solidaritas dengan penderitaan rakyat.

Susunan Kabinet, yang terdiri dari 28 menteri, diresmikan Jumat lalu.

Baca Juga: Anwar Ibrahim Tolak Terima Gaji sebagai Perdana Menteri Malaysia

Kabinet di bawah pimpinan Anwar lebih ramping dari Kabinet sebelumnya, karena Anwar sebelumnya telah menjelaskan niatnya untuk mengecilkan tim. Dia juga mengatakan akan meniadakan pengangkatan menteri kabinet sebagai bentuk penghargaan.

Daftar wakil menteri belum diumumkan.

Sebagai perbandingan, kabinet yang dipimpin mantan perdana menteri Ismail Sabri Yaakob memiliki 31 menteri dan 38 deputi.

Muhyiddin Yassin, sementara itu, memiliki 32 menteri dan 38 deputi.

Melansir The Straits Times, pemilihan 19 November tidak menghasilkan siapa pemenang pemilu yang jelas, di mana baik Pakatan Harapan (PH) dari Anwar maupun Perikatan Nasional (PN) dari Muhyiddin tidak dapat mengamankan mayoritas sederhana di Majelis Rendah dengan 222 kursi.

PH memenangkan 81 kursi sementara PN menguasai 73 kursi. Kondisi itu menempatkan keduanya pada posisi untuk membentuk pemerintahan berikutnya. 

Sebuah koalisi perlu didukung oleh setidaknya 112 anggota parlemen untuk membentuk pemerintahan berikutnya. Kedua koalisi berebut untuk menggalang dukungan dari BN, GPS dan Gabungan Rakyat Sabah (GRS).

Baca Juga: Jokowi kepada Anwar Ibrahim: Selamat Atas Terpilihnya sebagai PM Malaysia ke-10

BN yang berada jauh di urutan ketiga berhasil merebut 30 kursi. GPS meraih 23 kursi sementara GRS meraih enam kursi.

Raja telah meminta PH dan PN untuk membentuk pemerintahan persatuan, tetapi PN menolak usulan tersebut.

Menyusul pertemuan para penguasa Melayu pada 24 November mengenai kebuntuan politik, Istana Negara mengumumkan bahwa Anwar akan menjadi perdana menteri berikutnya.

Setelah dilantik pada 24 November, Anwar mengatakan kepada wartawan bahwa pemerintah persatuan terdiri dari PH, BN dan GPS. Pemerintah juga menyertakan Parti Warisan Sabah, Aliansi Demokrasi Bersatu Malaysia dan anggota parlemen independen lainnya.

Sehari kemudian, dia mengatakan bahwa GRS juga bergabung dengan pemerintah persatuan.

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Terbaru