Gara-gara Planet Kerdil Ini Para Ilmuwan Berdebat Kembalikan Pluto Sebagai Planet

Jumat, 07 Januari 2022 | 09:54 WIB   Penulis: Arif Budianto
Gara-gara Planet Kerdil Ini Para Ilmuwan Berdebat Kembalikan Pluto Sebagai Planet

ILUSTRASI. Gara-gara Planet Kerdil Ini Para Ilmuwan Berdebat Kembalikan Pluto Sebagai Planet


KONTAN.CO.ID - Gara-gara planet kerdil (dwarf) ini para ilmuwan berdepat kembalikan Pluto sebagai planet di Tata Surya. Sempat menjadi planet ke-9 di Tata Surya, status Pluto sebagai planet diturunkan pada tahun 2006 lalu.

Beberapa orang mungkin sempat mengenal bahwa Pluto sempat menjadi planet ke-9 di Tata Surya. Pluto dulunya dikenal sebagai planet terjauh dan termungil di Tata Surya.

Namun, pada tahun 2006 lalu statusnya sebagai planet dicopot oleh Persatuan Astronomi Internasional (IAU). Hal tersebut karena Pluto dianggap tidak memenuhi salah satu syarat sebagai planet.

Kendati demikian, perdebatan mengenai dikembalikannya status Pluto sebagai planet masih menjadi perbincangan hangat bagi para ilmuwan. Bahkan, sejak penemuan planet kerdil yang bernama Eris pada tahun 2005 lalu membuat para ilmuwan ingin Pluto kembali statusnya sebagai planet.

Mengutip dari ScienceTimes, planet kerdil bernama Eris yang dianggap lebih besar dari Pluto ini diklasifikasikan sebagai planet ke-9 di Tata Surya oleh NASA. Sayangnya, Persatuan Astronomi Internasional, menurut Space.com kabarnya tidak senang dengan penambahan Eris ke dalam daftar planet Tata Surya.

Sebaliknya, mereka memilih untuk membuat definisi formal pertama dari "planet", demi meninggalkan Eris dan Pluto.

Siapakah Eris? Kenapa munculnya planet kerdil ini memicu perdebatan para ilmuwan untuk mengembalikan statis Pluto sebagai planet?

Baca Juga: Pluto Kembali Dianggap Sebagai Planet? Begini Penjelasan Para Ilmuwan

Tentang planet kerdil Eris

Artist’s impression of the dwarf planet Eris

Planet kerdil Eris ditemukan pada tahun 2005 lalu sebagai bagian dari penelitian Observatorium Plaomar tentang wilayah luar tata surya, seperti yang dikutip dari The Daily Guardian.

Eris berotasi mengelilingi matahari membutuhkan waktu 557 tahun Bumi untuk sebuah planet kecil yang dingin ini. Orbit Eris berada di luar bidang planet Tata Surya dan meluas ke sabuk kuiper (area puing-puing es beku di luar orbit Neptunus).

Karena jauh dari Matahari, planet kerdil ini memiliki atmosfer yang memadat dan mengeras seperti lapisan es di permukannya. Penutupnya bersinar terang dan memantulkan jumlah cahaya yang sama seperti salju yang baru turun.

Begitu dingin, suhu permukaan planet kerdil Eris diperkirakan berkisar antara -217 hingga -243 derajat Celcius, menurut para ilmuwan.

Saat Eris mendekati Matahari dalam beberapa ratus tahun, memperlihatkan permukaan berbatu yang diyakini oleh para astronom menyerupai Pluto. Jangan-jangan, planet kerdil ini jelmaan Pluto?

Baca Juga: Yuk Mengenal Rasi Bintang atau Konstelasi, Ada Berapa Jumlahnya?

Perdebatan gara-gara Eris para ilmuwan ingin kembalikan status Pluto sebagai planet

Dalam 15 tahun terakhir, para ilmuwan yang berpendapat bahwa Pluto harus diklasifikasikan sebagai planet terus menerima lebih banyak amunisi argumen.

Masih dikutip dari TheScienceTimes, sekelompok ahli berpendapat bahwa ilmuwan haris menaikkan status Pluto dan benda-benda langit lainnya di tata surya ke status Planet. Pendapat mereka terangkum dalam artikel yang telah diterbitkan berjudul, "Bulan Adalah Planet: Kegunaan Ilmiah Versus Budaya Teknologi dalam Taksonomi Ilmu Planet," dalam jurnal ilmiah "Icarus."

Di sisi lain, Persatuan Astronomi Internasional (IAU) mengembangkan kriteria baru pada tahun 2006 yang menganak tirikan Pluto sebagai planet. Bahkan menurunkan statusnya sebagai planet kerdil.

Menurut Persatuan Astronomi Internasional. sebuah planet harus berbentuk bola, mengorbit Matahari, dan memiliki gravitasi yang cukup untuk menjaga objek lain keluar dari orbitnya. Sayangnya, Pluto hanya memenuhi dua kriteria dengan menjadi bulat dan mengorbit Matahari.

Argumen lain mengatakan dari penuis makalah baru mengatakan bahwa ilmuwan planet tidak menyukai definisi IAU yang menggunakan konsep planet yang pada dasarnya geofisika/geologis dan tidak dibatasi oleh keadaan orbit saat ini.

Bahkan, ada bukti bahwa para ilmuwan menentang definisi planet menurut IAU, sementara tidak jelas pihak mana yang memiliki pandangan mayoritas.

Sementara itu, mantan Administrator NASA, Jim Bridenstine yang mempresentasikan di University of Colorado pada 2019 mengungkapkan bahwa dia percaya Pluto adalah sebuah planet.

Kendati demikian, IAU mengungkapkan kepada FOX Television, bahwa mereka "menghormati semua sudut pandang ilmiah dan mendukung perdebatan secara bebas." Tetapi kewaenangan pengambilan keputusan ilmiwah IAU adalah Majelis Umum setiap tiga tahun.

Editor: Arif Budianto

Terbaru