kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.900.000   50.000   1,75%
  • USD/IDR 17.050   15,00   0,09%
  • IDX 7.279   308,18   4,42%
  • KOMPAS100 1.006   48,66   5,08%
  • LQ45 734   31,96   4,56%
  • ISSI 261   11,11   4,45%
  • IDX30 399   16,64   4,35%
  • IDXHIDIV20 487   15,47   3,28%
  • IDX80 113   5,31   4,92%
  • IDXV30 135   4,22   3,24%
  • IDXQ30 129   4,64   3,73%

Gencatan Senjata AS-Iran yang Rapuh Terancam Bubar Setelah Israel Menghantam Lebanon


Kamis, 09 April 2026 / 03:43 WIB
Gencatan Senjata AS-Iran yang Rapuh Terancam Bubar Setelah Israel Menghantam Lebanon
ILUSTRASI. Ratusan tewas akibat serangan Israel ke Lebanon, memicu ancaman balasan Iran. Kesepakatan gencatan senjata AS terancam bubar.(ILUSTRASI/KONTAN)


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Netanyahu mengatakan Israel telah mencapai banyak targetnya dalam perang melawan Iran, namun menegaskan Israel tetap “menempatkan jarinya di pelatuk” dan siap kembali berperang “kapan saja.”

Kantor berita Tasnim Iran mengutip sumber anonim yang memperingatkan bahwa Iran akan menarik diri dari gencatan senjata jika serangan terhadap Lebanon terus berlanjut.

Layanan pertahanan sipil Lebanon mengatakan 254 orang tewas dalam serangan Israel di berbagai wilayah Lebanon pada Rabu. Korban terbanyak berada di ibu kota Beirut, di mana serangan Israel menewaskan 91 orang, menurut laporan mereka. Warga mengatakan beberapa serangan Israel terjadi tanpa peringatan evakuasi seperti biasanya.

Iran juga menyerang fasilitas minyak di negara-negara Teluk terdekat, termasuk sebuah pipa minyak di Arab Saudi yang digunakan untuk menghindari Selat Hormuz yang diblokade, menurut sumber industri minyak. Kuwait, Bahrain, dan Uni Emirat Arab juga melaporkan adanya serangan misil dan drone.

Selat Hormuz tetap tertutup bagi kapal-kapal yang berlayar tanpa izin, dan para pengirim barang mengatakan mereka memerlukan kejelasan lebih lanjut sebelum melanjutkan pelayaran. Data MarineTraffic menunjukkan dua kapal kargo milik Yunani dan dua kapal milik China telah melewati selat tersebut sejak Rabu dini hari.

Dalam serangkaian unggahan online, Trump mengumumkan tarif baru sebesar 50% untuk semua barang dari negara mana pun yang memasok senjata kepada Iran.

Pemerintahan Iran Tetap Bertahan

Kerumunan orang turun ke jalan di Iran semalam untuk merayakan, mengibarkan bendera Iran dan membakar bendera Amerika Serikat serta Israel. Namun, ada pula kewaspadaan bahwa kesepakatan ini mungkin tidak akan bertahan.

“Israel tidak akan membiarkan diplomasi berjalan dan Trump bisa mengubah pandangannya besok. Tapi setidaknya malam ini kami bisa tidur tanpa serangan,” kata Alireza, 29 tahun, pegawai pemerintah di Teheran, kepada Reuters melalui telepon.

Tonton: BREAKING: Iran Setuju Gencatan Senjata 2 Pekan! Tapi Siap Serang Balik Kapan Saja

Perang ini dimulai pada 28 Februari oleh Trump dan Netanyahu, yang mengatakan tujuan mereka adalah mencegah Iran memproyeksikan kekuatan di luar perbatasannya, mengakhiri program nuklirnya, serta menciptakan kondisi agar rakyat Iran menjatuhkan para pemimpinnya. Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth pada Rabu mengatakan Washington telah memenangkan kemenangan militer yang menentukan.

Namun sejauh ini Iran masih mempertahankan stok uranium yang diperkaya tinggi mendekati tingkat senjata nuklir, serta kemampuan untuk menyerang negara-negara tetangganya dengan misil dan drone. Kepemimpinan ulama Iran, yang menghadapi protes besar-besaran beberapa bulan lalu, telah bertahan dari gempuran kekuatan besar tanpa tanda-tanda keruntuhan internal.

“Musuh, dalam perang yang tidak adil, ilegal, dan kriminal terhadap bangsa Iran, telah mengalami kekalahan yang tak terbantahkan, bersejarah, dan menghancurkan,” kata Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kontan & The Jakarta Post Executive Pass

[X]
×