kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.703.000   40.000   1,50%
  • USD/IDR 16.993   76,00   0,45%
  • IDX 9.134   58,47   0,64%
  • KOMPAS100 1.263   7,36   0,59%
  • LQ45 893   3,69   0,41%
  • ISSI 334   4,00   1,21%
  • IDX30 455   2,66   0,59%
  • IDXHIDIV20 538   4,37   0,82%
  • IDX80 141   0,76   0,54%
  • IDXV30 149   1,74   1,18%
  • IDXQ30 146   0,65   0,45%

Geopolitik Asia Memanas: Peringatan Keras China untuk Jepang Terkait Taiwan


Jumat, 14 November 2025 / 16:59 WIB
Geopolitik Asia Memanas: Peringatan Keras China untuk Jepang Terkait Taiwan
ILUSTRASI. Bendera nasional China dan Taiwan ditampilkan di samping pesawat militer dalam ilustrasi yang diambil 9 April 2021.


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

Konteks Strategis Taiwan

China mengklaim Taiwan sebagai wilayahnya dan tidak menutup opsi penggunaan kekuatan. Taiwan menolak klaim tersebut dan menegaskan masa depan pulau hanya bisa ditentukan oleh rakyatnya sendiri.

Letak Taiwan yang hanya sekitar 110 km dari wilayah Jepang membuat isu ini sangat sensitif bagi Tokyo. Jalur perairan di sekitar Taiwan merupakan rute perdagangan vital bagi Jepang, sekaligus lokasi basis militer AS terbesar di luar negeri.

Di tengah meningkatnya ketegangan, NTV melaporkan bahwa Kedutaan China di Tokyo meminta stafnya membatasi aktivitas di luar kantor karena meningkatnya sentimen anti-China.

Juru bicara pemerintah Jepang Minoru Kihara menegaskan kembali harapan Tokyo agar isu Taiwan diselesaikan secara damai melalui dialog.

Baca Juga: 2026, Visa Akan Ujicoba Sistem Perdagangan Berbasis AI di Asia Pasifik

China Juga Menekan Kelompok Pro-Kemerdekaan Taiwan

Selain menekan Jepang, Beijing juga meningkatkan retorika terhadap tokoh-tokoh yang dianggap sebagai “separatis Taiwan”.

Pada Jumat, Kantor Urusan Taiwan China mengecam legislator Partai Progresif Demokratik (DPP), Puma Shen, yang mengunjungi Berlin dan menyebut bahwa China berupaya menangkapnya di luar negeri.

“Para pendukung kemerdekaan Taiwan sudah berada di ujung jalan,” kata juru bicara Chen Binhua.

Sehari sebelumnya, polisi China mengeluarkan daftar pencarian dan menawarkan hadiah USD 35.000 untuk dua influencer Taiwan yang dituduh melakukan “separatisme”. Kedua influencer itu merespons dengan menyindir melalui media sosial.

Rapper Mannam PYC bahkan mengunggah video saat mencoba menyerahkan diri ke polisi Taiwan, sembari bertanya apakah penolakan penangkapannya berarti seluruh Taiwan mendukung kemerdekaan.

China tidak memiliki yurisdiksi hukum di Taiwan, namun terus menggunakan instrumen hukum domestiknya untuk menekan pihak-pihak yang dianggap mendukung kemerdekaan.

Selanjutnya: Bukan untuk Operasional, Danantara Buka Peluang PSO untuk Biayai Infrastruktur

Menarik Dibaca: Mapple Finance Menempati Puncak Kripto Top Gainers saat Pasar Ambles




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

[X]
×