kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.911   11,00   0,06%
  • IDX 6.334   -5,54   -0,09%
  • KOMPAS100 835   -3,80   -0,45%
  • LQ45 633   -4,09   -0,64%
  • ISSI 218   -0,18   -0,08%
  • IDX30 356   -2,06   -0,58%
  • IDXHIDIV20 441   -2,49   -0,56%
  • IDX80 95   -0,52   -0,54%
  • IDXV30 119   0,04   0,03%
  • IDXQ30 114   -0,74   -0,65%

Greenpeace: 30% kebakaran lahan Indonesia terjadi di hutan industri dan kebun sawit


Kamis, 22 Oktober 2020 / 15:20 WIB
ILUSTRASI. Warga mengendarai sepeda motor sambil membawa selang untuk melakukan pemadaman kebakaran lahan gambut di Kalimantan Tengah.


Sumber: Reuters | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

Tiga dari lima perusahaan yang Greenpeace sebutkan memiliki area kebakaran terbesar di area konsesi mereka selama periode 2015-2019, misalnya, pemasok untuk Sinar Mas Group. Sementara perusahaan lainnya adalah salah satu perusahaan bubur kertas dan kertas terbesar di Indonesia, Asia Pulp & Paper (APP).

Juru bicara APP, yang merupakan bagian dari Sinar Mas Group, mengatakan kepada Reuters, APP telah menghabiskan US$ 150 juta untuk sistem pengelolaan kebakaran.

APP juga meyakinkan, pihaknya terus membantu masyarakat lokal beralih dari pembukaan lahan dengan cara dibakar menuju meotode lain yang lebih ramah lingkungan.

Sedang juru bicara Golden Agri-Resources, perusahaan kelapa sawit Sinar Mas Group, belum bisa berkomentar. Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) menolak berkomentar dan merujuk Reuters ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Selanjutnya: Menko Luhut mengaku sebagai pencetus Omnibus Law Cipta Kerja, ini latar belakangnya




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×