kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.843   41,00   0,24%
  • IDX 8.265   -25,61   -0,31%
  • KOMPAS100 1.168   -3,76   -0,32%
  • LQ45 839   -2,54   -0,30%
  • ISSI 296   -0,31   -0,10%
  • IDX30 436   -0,20   -0,04%
  • IDXHIDIV20 521   0,94   0,18%
  • IDX80 131   -0,34   -0,26%
  • IDXV30 143   0,44   0,31%
  • IDXQ30 141   0,17   0,12%

Hadapi ancaman Korut, Jepang malah batalkan rencana penggunaan sistem rudal buatan AS


Rabu, 17 Juni 2020 / 17:06 WIB
Hadapi ancaman Korut, Jepang malah batalkan rencana penggunaan sistem rudal buatan AS
ILUSTRASI. A Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) interceptor is launched from the Pacific Spaceport Complex Alaska during Flight Experiment THAAD (FET)-01 in Kodiak, Alaska, U.S. on July 30, 2017. Picture taken on July 30, 2017. Courtesy Leah Garton/Missile


Sumber: South China Morning Post | Editor: Tendi Mahadi

Rencana untuk menggelar dua sistem pertahanan rudal telah menghadapi serangkaian kemunduran, termasuk kenaikan perkiraan biaya yang naik menjadi 450 miliar yen atau setara US $ 4,1 miliar.

Para kritikus juga mengatakan bahwa sistem itu untuk mencegat rudal-rudal jarak jauh Korea Utara agar tidak mengenai Guam atau Hawaii daripada membela diri Jepang, yang mungkin mengganggu konstitusi negara.

Baca Juga: Korea Utara vs Korea Selatan: Korea Utara akan kirim pasukan ke zona demiliterisasi

Kono mengatakan bahwa Jepang telah menghabiskan 180 miliar yen (US $ 1,7 miliar) untuk sistem rudal, tetapi tidak semuanya akan sia-sia karena sistem tersebut kompatibel dengan yang digunakan pada kapal perusak Jepang.




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×