kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.602.000   25.000   0,97%
  • USD/IDR 16.846   28,00   0,17%
  • IDX 8.937   11,28   0,13%
  • KOMPAS100 1.229   2,00   0,16%
  • LQ45 868   0,40   0,05%
  • ISSI 324   0,94   0,29%
  • IDX30 440   -0,98   -0,22%
  • IDXHIDIV20 517   -1,78   -0,34%
  • IDX80 137   0,24   0,18%
  • IDXV30 144   -0,01   0,00%
  • IDXQ30 140   -0,81   -0,58%

Hadapi ancaman Korut, Jepang malah batalkan rencana penggunaan sistem rudal buatan AS


Rabu, 17 Juni 2020 / 17:06 WIB
Hadapi ancaman Korut, Jepang malah batalkan rencana penggunaan sistem rudal buatan AS
ILUSTRASI. A Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) interceptor is launched from the Pacific Spaceport Complex Alaska during Flight Experiment THAAD (FET)-01 in Kodiak, Alaska, U.S. on July 30, 2017. Picture taken on July 30, 2017. Courtesy Leah Garton/Missile


Sumber: South China Morning Post | Editor: Tendi Mahadi

Rencana untuk menggelar dua sistem pertahanan rudal telah menghadapi serangkaian kemunduran, termasuk kenaikan perkiraan biaya yang naik menjadi 450 miliar yen atau setara US $ 4,1 miliar.

Para kritikus juga mengatakan bahwa sistem itu untuk mencegat rudal-rudal jarak jauh Korea Utara agar tidak mengenai Guam atau Hawaii daripada membela diri Jepang, yang mungkin mengganggu konstitusi negara.

Baca Juga: Korea Utara vs Korea Selatan: Korea Utara akan kirim pasukan ke zona demiliterisasi

Kono mengatakan bahwa Jepang telah menghabiskan 180 miliar yen (US $ 1,7 miliar) untuk sistem rudal, tetapi tidak semuanya akan sia-sia karena sistem tersebut kompatibel dengan yang digunakan pada kapal perusak Jepang.




TERBARU

[X]
×