kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Hanya jadi tempat amarah, Tony Fernandes tutup akun Twitter


Senin, 13 Januari 2020 / 18:45 WIB
Hanya jadi tempat amarah, Tony Fernandes tutup akun Twitter
ILUSTRASI. CEO AirAsia Group Tony Fernandes (kiri), menandatangani poster saat peluncuran bukunya yang berjudul Flying High: Kisahku Membangun AirAsia, di Jakarta, Kamis (4/7/2019). Buku tersebut mengisahkan perjalanan hidup Tony Fernandes dari mulai bekerja sebagai

Reporter: Titis Nurdiana | Editor: Titis Nurdiana

KONTAN.CO.ID -KUALA LUMPUR. Setelah menutup akun Facebook, bos Air Asia Tony Fernandes resmi keluar dari Twitter, setelaj memiliki 1,3 juta pengikut.

Dalam cuitan terakhir Minggu (12 Januari), bos AirAsia Tony Fernandes ini mengatakan dia menutup akunnya karena Twitter sudah menjelma menjadi informasi yang banyak negatifnya. “Penuh juga kepalsuan serta kemarahan,” cuit Tony Fernande (12/1) seperti dikutip dari The Star.

Tony Fernande mengaku kini ia jauh merasa lebih baik, pasca meninggalkan Facebook dan  Twitter. “Media sosial telah menjadi tempat yang marah, ”kata dia lagi. Kini akun Fernandes kosong, dengan semua Tweetnya dihapus.

Menurut The Star, Fernandes menutup akun Facebook-nya Maret lalu, setelah menunggah video langsung dari penembakan masjid Selandia Baru. 

 

 

 

Dengan penutupan akun Facebook dan Twitter, Fernandes kini  menjadikan Instagram dan LinkedIn sebagai akun media sosial terakhir yang aktif.

Beberapa netizen merasa penutupan akun Facebook dan Twitter jutawan itu dari media sosial adalah putusan yang terbaik dari Tony Fernades, sementara yang lain mengatakan mereka memahami sentimennya dan akan merindukan Tony Fernandes.

 

 

 

Jika merujuk informasi Business Insider, ada 3 cuitan tweet Fernandes yang paling berkesan di tahun 2019 sebagai perpisahan bos maskapai ini:

# 1: Tony Fernandes mengeluhkan kawanan lebah besar di KLIA2

Pada Januari tahun lalu, Fernandes membagi foto sekelompok lebah besar berkumpul di tepi jendela di sebuah teluk di Bandara Kuala Lumpur.

“Sekarang kita punya lebah di KLIA2. Kami punya belatung, tikus, dan sekarang lebah. Mungkin kebun binatang atau madu KLIA2. Bisa jadi penghasilan baru yang bisa mengurangi pajak bandara. Selain lelucon, ini berbahaya bagi penumpang dan staf saya. Akankah CEO baru yang tidak komunikatif menyelesaikan masalah ini? ” cuit dia di tweeternya.

Foto itu mendorong bandara untuk mengasapi kawanan lebah seharian,  kemudian mengeluarkan respons yang mengatakan lebah hanya bermigrasi

Tweet Fernandes sejatinya adalah  serangkaian kritik pedas terhadap Bandara Malaysia. Ia tak senang dengan keputusan KLIA2 karena meningkatkan biaya bandara yang fasilitasnya tidak dirawat dengan baik.

AirAsia menolak untuk memungut biaya bandara dari penumpang, yang mengakibatkan gugatan antara maskapai berbujet dan Komisi Penerbangan Malaysia.

"Saya tegaskan: selama 18 tahun, kami telah berjuang untuk penumpang kami di Malaysia ... Kami selalu meminta fasilitas sederhana dengan pajak bandara rendah," cuit Fernandes.

Fernandes bilang, ia hanya minta agar Bandara Malaysia memahami model bisnis maskapai  low bujet yang seharusnya tak terbebani dengan aneka biaya.  

#2: Tony Fernade memberikan teaser atas restoran baru yang menjual makanan dalam penerbangan AirAsia

Pada bulan Desember tahun lalu, AirAsia membuat berita menjadi maskapai pertama di dunia yang membuka restoran cepat saji.

Cuitan Fernandes menarik dengan meunggah foto restoran Santan yang akan segera dibuka di Mid Valley Megamall, Kuala Lumpur. Menurut Malay Mail, Santan adalah nama konsep menu dalam penerbangan AirAsia.

"Itu nyata. Restoran Santan pertama dibuka Desember di Mid Valley. Wow - mimpi menjadi kenyataan, " cuit  Fernandes. “Siapa yang menyangka: makanan maskapai ke restoran? Waralaba tersedia segera. Kesempatan Anda untuk memiliki restoran cepat saji pertama di ASEAN. "

Dengan biaya hanya RM15, restoran Santan ini menyajikan nasi lemak, nasi padang, rendang daging sapi, nyonya kari laksa, ayam goreng dan sate, dengan item dalam penerbangan AirAsia yang terdiri dari sepertiga menu.

 

#3. Tony mengumumkan mengundurkan diri dan memberikan kesempatan bagi staf yang lebih muda

Pada bulan September, bos AirAsia mengejutkan netizen setelah ia mencuit akan menyerahkan semua posisi - kecuali yang ada di Grup AirAsia dan AirAsia ke generasi muda untuk memimpin AirAsia di garis terdepan.

“Untuk lebih jelasnya: Saya akan tetap menjadi CEO dari grup AirAsia dan CEO dari AirAsia.com. Sisa posisi di dewan dan manajemen akan diberikan kepada para pemimpin muda yang luar biasa. Begitu banyak dari mereka. Kepemimpinan adalah tentang perencanaan suksesi, selalu memberi kesempatan pada pemuda, ” cuit dia.

 

Pensiun Fernandes menjadi rumor  di tahun 2017 dan 2018, meski Tony  Fernandes saat itu menepisnya.

 

 

 




TERBARU

Close [X]
×