kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.770.000   11.000   0,40%
  • USD/IDR 18.046   -27,00   -0,15%
  • IDX 5.595   -245,02   -4,20%
  • KOMPAS100 736   -35,18   -4,56%
  • LQ45 558   -23,17   -3,99%
  • ISSI 195   -8,81   -4,33%
  • IDX30 316   -12,58   -3,83%
  • IDXHIDIV20 392   -14,84   -3,65%
  • IDX80 84   -3,56   -4,08%
  • IDXV30 107   -4,76   -4,28%
  • IDXQ30 102   -3,95   -3,72%

Harapan WHO: Bisa distribusi vaksin corona hingga 2 miliar dosis sebelum akhir 2021


Selasa, 03 November 2020 / 23:55 WIB


Sumber: TASS | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - MOSKOW. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) berharap bisa mendistribusikan hingga 2 miliar dosis vaksin virus corona baru di seluruh dunia sebelum akhir 2021 dalam kerangka mekanisme COVAX.

“WHO menunjukkan optimisme yang hati-hati mengenai fakta bahwa vaksin yang aman dan efektif akan segera muncul secara global serta obat-obatan yang akan membantu memerangi pandemi ini," kata Melita Vujnovic, Perwakilan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk Rusia, kepada TASS.

"Misalnya, dengan bantuan mekanisme COVAX, WHO berharap bisa mendistribusikan secara merata hingga 2 miliar dosis dari satu atau beberapa vaksin pada akhir 2021," ujarnya, Selasa (3/11).

Hanya, Vujnovic mengatakan, masih terlalu dini untuk memperkirakan, kapan dunia dapat kembali ke kehidupan normal, sebelum ada pandemi virus corona. 

Baca Juga: WHO: Beberapa bulan ke depan, situasi pandemi corona akan sangat sulit

"Penentuan prioritas akan memiliki arti penting untuk memastikan bahwa batch pertama dosis vaksin akan ditawarkan pertama kali kepada mereka yang paling membutuhkan di semua negara, termasuk perawatan kesehatan dan pekerja sosial serta kelompok berisiko," ungkap dia.

COVAX adalah mekanisme internasional yang WHO luncurkan bersama dengan Aliansi Global untuk Vaksin dan Imunisasi serta Koalisi untuk Inovasi Kesiapsiagaan Epidemi, yang mendukung pengembangan kapasitas industri dan melakukan akuisisi. 

Lewat program tersebut, negara-negara kaya membeli vaksin sehingga mensubsidi negara miskin. Hingga saat ini, sebanyak 184 negara telah bergabung dalam mekanisme COVAX, termasuk Indonesia.

Selanjutnya: Lagi, WHO: Hentikan politisasi Covid-19, pandemi bukanlah sepak bola politik!




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×