kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.807.000   -30.000   -1,06%
  • USD/IDR 17.009   18,00   0,11%
  • IDX 6.968   -129,16   -1,82%
  • KOMPAS100 958   -18,17   -1,86%
  • LQ45 706   -13,43   -1,87%
  • ISSI 246   -3,77   -1,51%
  • IDX30 385   -5,77   -1,48%
  • IDXHIDIV20 485   -4,42   -0,90%
  • IDX80 108   -1,84   -1,67%
  • IDXV30 134   -0,73   -0,54%
  • IDXQ30 126   -2,00   -1,57%

Harga Aluminium LME Naik 6% Dekati Rekor Tertinggi 4 Tahun, Iran Serang Smelter Teluk


Senin, 30 Maret 2026 / 08:09 WIB
Harga Aluminium LME Naik 6% Dekati Rekor Tertinggi 4 Tahun, Iran Serang Smelter Teluk
ILUSTRASI. ILUSTRASI alumunium (DOK/Shutterstock)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Harga aluminium di London Metal Exchange (LME) melonjak tajam dan mendekati level tertinggi dalam empat tahun pada Senin (30/3/2026).

Kenaikan ini dipicu gangguan pasokan setelah serangan Iran terhadap fasilitas peleburan aluminium di kawasan Teluk.

Melansir Reuters, harga aluminium kontrak tiga bulan di LME sempat naik 6% ke level US$3.492 per metrik ton, tertinggi sejak pertengahan Maret.

Baca Juga: Moratorium E-commerce WTO di Ujung Tanduk: AS Ngotot Permanen, India Minta 2 Tahun

Kenaikan ini terjadi seiring dua produsen terbesar di Timur Tengah, yakni Emirates Global Aluminium dan Aluminium Bahrain, tengah menilai kerusakan fasilitas akibat serangan tersebut.

Aluminium Bahrain, yang mengoperasikan salah satu smelter terbesar di dunia, menyatakan sedang melakukan evaluasi dampak serangan. Dua karyawan dilaporkan terluka dalam insiden tersebut.

Sementara itu, fasilitas milik Emirates Global Aluminium mengalami kerusakan signifikan akibat serangan rudal dan drone.

Jika harga aluminium menembus level US$3.546,50, puncak yang tercatat pada 12 Maret maka harga berpotensi melanjutkan kenaikan ke level tertinggi yang terakhir terlihat pada masa pandemi 2022.

Baca Juga: Pakistan Bersiap Jadi Tuan Rumah Perundingan Damai, Negosiasi Pembukaan Selat Hormuz

Gangguan ini semakin memperketat pasokan global. Produsen aluminium di kawasan Teluk, yang menyumbang sekitar 9% pasokan dunia, kini menghadapi hambatan distribusi karena tertutupnya jalur pengiriman utama melalui Selat Hormuz akibat konflik AS-Israel dengan Iran.

Emirates Global Aluminium merupakan produsen aluminium terbesar di Timur Tengah, sementara Aluminium Bahrain mengoperasikan smelter terbesar di dunia dalam satu lokasi.

Kenaikan harga aluminium juga mendorong saham produsen alumina global. Saham Rio Tinto naik lebih dari 2%, sedangkan South32 melonjak hampir 7%.

Lonjakan ini mencerminkan meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan logam industri di tengah eskalasi konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×