Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Harga ekspor beras Vietnam melonjak ke level tertinggi dalam delapan bulan terakhir pada pekan ini, seiring dengan pengetatan pasokan.
Sementara itu, harga beras India relatif stabil dan harga beras Thailand justru melemah akibat kelebihan stok, dengan permintaan yang tetap datar di sejumlah kawasan.
Baca Juga: Akar Masalah Harga Beras Tak Kunjung Turun Menurut Perpadi
Berdasarkan data Asosiasi Pangan Vietnam (Vietnam Food Association/VFA), harga beras Vietnam dengan kadar pecah 5% ditawarkan pada kisaran US$455–US$460 per ton pada Kamis (28/8/2025), tertinggi sejak awal Januari 2025.
“Pasokan ketat sementara permintaan tetap stabil, sebelum kebijakan Filipina menangguhkan impor beras selama 60 hari mulai 1 September berlaku,” ujar seorang pedagang berbasis di Ho Chi Minh City.
VFA menyatakan tidak mempermasalahkan keputusan Filipina menangguhkan impor beras, karena hal itu sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah Filipina.
Asosiasi juga mengimbau eksportir mengambil langkah antisipatif agar kegiatan ekspor tetap berkelanjutan.
Baca Juga: Harga Beras Tembus Rp 15.000 per Kg, Ini Biang Keroknya Menurut Zulhas
Di India, harga beras pecah 5% jenis parboiled ditawarkan pada kisaran US$371–US$376 per ton, tidak berubah dibandingkan pekan lalu. Sementara beras pecah 5% jenis white rice diperdagangkan pada US$363–US$369 per ton.
“Pembeli luar negeri perlahan mulai meningkatkan pembelian karena mereka menyadari harga sudah mencapai titik terendah,” kata seorang pedagang berbasis di Mumbai.
Berbeda dengan Vietnam dan India, harga beras pecah 5% Thailand turun ke US$355 per ton dari kisaran US$365–US$370 pada pekan sebelumnya akibat pasokan melimpah.
“India dikabarkan akan merilis tambahan 20 juta ton, dan pembeli menunggu pasokan tersebut,” ujar seorang pedagang di Bangkok.
Pedagang lain memperingatkan harga bisa turun lebih jauh.
“Pasokan cukup di semua negara, tapi permintaan tidak berubah. Konsumen hanya membeli sesuai kebutuhan.”
Baca Juga: Harga Beras Tembus Rp15.500 per Kg, Zulhas Ungkap Penyebabnya
Thailand menargetkan ekspor beras 7,5 juta ton tahun ini dengan memperluas kontrak ke pasar yang permintaannya kuat, menurut pejabat Kementerian Perdagangan setempat.
Sementara itu, harga beras domestik di Bangladesh tetap tinggi meski cadangan pangan, khususnya beras dan gabah, berada pada rekor tertinggi.
Kementerian Pangan Bangladesh melaporkan hampir 2,25 juta ton beras saat ini tersimpan di gudang pemerintah di seluruh negeri.