Sumber: Cointelegraph | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Presiden El Salvador Nayib Bukele kembali menarik perhatian publik terkait kepemilikan Bitcoin negaranya.
Melalui platform media sosial X, Bukele menyoroti meningkatnya aktivitas di pasar prediksi Kalshi yang menunjukkan naiknya peluang El Salvador mencapai kepemilikan Bitcoin senilai US$1 miliar pada akhir 2025.
Baca Juga: El Salvador Usulkan Tukar Migran Venezuela dengan Tahanan Politik
Melansir laman Cointelegraph Jumat (29/8/2025), data Kalshi mencatat, peluang Bitcoin El Salvador menembus US$1 miliar sebelum November naik dari 20% menjadi 38% dalam beberapa hari terakhir.
Meski kemudian turun ke level 27%, tren kenaikan tetap terlihat. Untuk periode sebelum Desember 2025, peluangnya stabil di kisaran 35%.
Tak lama setelah cuitan Bukele, platform saingan Polymarket juga meluncurkan pasar taruhan serupa.
Di sana, peluang El Salvador mencapai US$1 miliar aset Bitcoin pada Desember 2025 dipatok lebih tinggi, yakni 43%.
“Kalau saya mau, saya bisa melakukan hal paling lucu sekarang,” tulis Bukele di X, menanggapi antusiasme pasar prediksi.
Baca Juga: El Salvador Tak Gentar, Terus Borong Bitcoin di Tengah Ancaman IMF
Kontroversi Kepemilikan Bitcoin
El Salvador diketahui memiliki 6.282 BTC, setara sekitar US$709 juta pada harga terkini. Namun, data ini sempat menuai kontroversi.
Pada Juli lalu, pejabat bank sentral dan menteri keuangan El Salvador mengklaim negara telah berhenti membeli Bitcoin setelah menandatangani kesepakatan pinjaman US$1,4 miliar dengan IMF.
Meski demikian, Bukele dan Kantor Bitcoin El Salvador terus mengumumkan pembelian baru di media sosial.
Hingga kini, Komisi Nasional Aset Digital maupun pejabat terkait belum memberikan klarifikasi resmi mengenai perbedaan data tersebut.
Baca Juga: El Salvador Pegang 6.102 Bitcoin, Pastikan Tidak Tambah di Sektor Publik
Pasar Prediksi Makin Dilirik
Fenomena ini terjadi seiring makin populernya pasar prediksi aset digital.
Mantan eksekutif Polymarket dan Kalshi, Toni Gemayel, bahkan baru saja mengumumkan pendanaan senilai US$15 juta dari investor termasuk Coinbase Ventures untuk membangun platform baru bernama Clearing Company.