kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.641.000   -14.000   -0,53%
  • USD/IDR 18.035   45,00   0,25%
  • IDX 5.873   -113,12   -1,89%
  • KOMPAS100 763   -18,32   -2,34%
  • LQ45 583   -12,03   -2,02%
  • ISSI 203   -3,37   -1,63%
  • IDX30 330   -6,18   -1,83%
  • IDXHIDIV20 410   -5,48   -1,32%
  • IDX80 87   -1,95   -2,19%
  • IDXV30 111   -1,67   -1,48%
  • IDXQ30 107   -1,52   -1,40%

Harga Emas Melemah Setelah Trump Sebut Kesepakatan dengan Iran Telah Berakhir


Kamis, 09 Juli 2026 / 05:25 WIB
Harga Emas Melemah Setelah Trump Sebut Kesepakatan dengan Iran Telah Berakhir
ILUSTRASI. Logam Mulia - Harga Emas (REUTERS/Alexander Manzyuk)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Harga emas dunia melemah pada perdagangan Rabu (8/7/2026) seiring lonjakan harga minyak yang memicu kekhawatiran inflasi, setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan bahwa kesepakatan sementara untuk mengakhiri konflik dengan Iran telah "berakhir".

Melansir Reuters, harga emas spot turun 0,9% menjadi US$ 4.067,39 per ons troi pada pukul 14.10 EDT (18.10 GMT), setelah sebelumnya menyentuh level terendah sejak 1 Juli.

Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Agustus ditutup turun 1,8% ke level US$ 4.082,40 per ons troi.

Baca Juga: Harga Minyak Naik Lebih dari US$ 1 per Barel, AS Lancarkan Serangan Baru ke Iran

"Faktor utama yang mendorong pergerakan hari ini adalah meningkatnya eskalasi ketegangan antara AS dan Iran. Dengan potensi berakhirnya gencatan senjata, hampir seluruh aset berisiko mengalami tekanan, termasuk emas," kata David Meger, Direktur Perdagangan Logam di High Ridge Futures.

Ketegangan meningkat setelah Iran mengklaim menyerang sejumlah fasilitas militer AS di Bahrain dan Kuwait sebagai balasan atas serangan militer AS terhadap sasaran di Iran. Serangan tersebut dilakukan setelah kapal-kapal tanker di Selat Hormuz menjadi target serangan.

Di saat yang sama, harga minyak mentah melonjak lebih dari 5%. Kenaikan harga energi berpotensi memicu inflasi yang lebih tinggi dan mendorong bank sentral menaikkan suku bunga untuk menekan tekanan harga.

Meskipun emas selama ini dikenal sebagai aset lindung nilai (safe haven) terhadap inflasi, logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil tersebut cenderung kurang diminati ketika suku bunga berada pada level tinggi.

Baca Juga: Gencatan Senjata Berakhir, Trump Siap Serang Iran Dengan Keras Malam Ini

Kekhawatiran terhadap inflasi juga mengemuka dalam rapat kebijakan Federal Reserve bulan lalu. Risalah rapat The Fed menunjukkan para pejabat bank sentral khawatir tekanan harga semakin meluas dan mungkin memerlukan kenaikan suku bunga.

Beberapa peserta rapat pada 16-17 Juni bahkan menilai terdapat alasan untuk segera menaikkan suku bunga.

Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga AS pada September mencapai sekitar 69%, meningkat dari 62% sehari sebelumnya.

Sementara itu, Bank of America dalam riset yang diterbitkan Selasa memangkas proyeksi rata-rata harga emas tahun 2026 sebesar 14% menjadi US$ 4.360 per ons troi, seiring prospek kebijakan moneter Federal Reserve yang lebih agresif (hawkish).

Baca Juga: Denmark Tegaskan Siap Pertahankan Setiap Inci Wilayah NATO, Termasuk Greenland

Meski demikian, bank tersebut masih memperkirakan harga emas berpotensi mencapai US$ 5.000 per ons troi setelah siklus pengetatan moneter berakhir.

Adapun logam mulia lainnya juga ditutup melemah. Harga perak spot turun 2,9% menjadi US$ 58,25 per ons troi, platinum merosot 3,6% ke US$ 1.580,92 per ons troi, dan paladium turun 4,5% menjadi US$ 1.219,84 per ons troi.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×