Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Harga emas cenderung stabil pada perdagangan Jumat (4/9/2026), setelah melonjak pada sesi sebelumnya.
Investor kini menanti rilis data tenaga kerja Amerika Serikat (AS) untuk mencari petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed).
Baca Juga: AS Selidiki Serangan Pernikahan di Iran, Munisi Amerika Diduga Jadi Penyebab
Mengacu pada Reuters, harga emas spot berada di US$4.475,75 per ons troi pada Jumat pukul 00.40 GMT. Harga emas juga berada di jalur untuk mencatat kenaikan tipis sepanjang pekan ini.
Pada perdagangan Kamis (3/9), harga emas melonjak sekitar 2% setelah pelaku pasar mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada September.
Gubernur The Fed Christopher Waller mengatakan, dirinya akan mendukung keputusan untuk mempertahankan suku bunga jika data ekonomi terus menunjukkan tekanan inflasi mulai mereda.
Sementara itu, harga emas berjangka AS untuk pengiriman Desember turun 0,4% menjadi US$4.522,60 per ons troi.
Pelaku pasar saat ini memperkirakan peluang sekitar 50% bagi The Fed untuk menaikkan suku bunga pada pertemuan September, berdasarkan CME FedWatch Tool.
Baca Juga: Lululemon Pangkas Proyeksi Lagi, CEO Baru Hadapi Tantangan Berat
Data Payrolls Jadi Perhatian
Data nonfarm payrolls (NFP) AS akan menjadi perhatian utama pasar. Laporan tersebut dijadwalkan dirilis pada Jumat pukul 12.30 GMT atau sekitar pukul 19.30 WIB.
Data terbaru menunjukkan jumlah warga AS yang mengajukan klaim tunjangan pengangguran meningkat tipis pada pekan lalu.
Namun, rendahnya angka pemutusan hubungan kerja menunjukkan kondisi pasar tenaga kerja masih relatif stabil.
Data payrolls akan menjadi salah satu indikator penting bagi The Fed dalam menentukan kebijakan suku bunga berikutnya.
Bagi pasar emas, arah suku bunga menjadi faktor penting. Meskipun emas kerap dipandang sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi, suku bunga yang tinggi cenderung menekan daya tarik emas karena aset tersebut tidak memberikan imbal hasil.
Baca Juga: Donald Trump Sebut Inggris di Ambang Bencana, Soroti Imigrasi hingga Energi
Prospek Harga Emas dan Logam Mulia Lain
Selain emas, pergerakan logam mulia lainnya juga menjadi perhatian investor.
Harga perak spot turun 0,1% menjadi US$66,88 per ons troi. Harga platinum melemah 0,3% menjadi US$1.820,18 per ons troi, sedangkan palladium turun 0,4% menjadi US$1.415,37 per ons troi.
Di sisi lain, Impala Platinum melaporkan laba tahunan meningkat lebih dari 31 kali lipat. Kenaikan laba tersebut didorong oleh peningkatan harga kelompok logam platinum atau platinum group metals (PGM).
Baca Juga: F1 GP Italia dalam Status Heat Hazard, Begini Aturan untuk Pebalap
Sementara itu, Bank Sentral Eropa (ECB) diperkirakan menaikkan suku bunga pada 10 September.
Berdasarkan jajak pendapat Reuters, kenaikan tersebut kemungkinan menjadi kenaikan suku bunga kedua sekaligus terakhir dalam siklus pengetatan yang menjadi periode terpendek ECB dalam 15 tahun.
Pergerakan suku bunga global, terutama kebijakan The Fed, serta data ekonomi AS akan menjadi faktor penting yang menentukan arah harga emas dalam waktu dekat.














