kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.725.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.715   -64,00   -0,36%
  • IDX 6.525   23,68   0,36%
  • KOMPAS100 848   5,68   0,67%
  • LQ45 643   3,99   0,62%
  • ISSI 229   0,02   0,01%
  • IDX30 359   2,56   0,72%
  • IDXHIDIV20 436   3,35   0,77%
  • IDX80 97   0,60   0,62%
  • IDXV30 121   0,39   0,32%
  • IDXQ30 114   0,82   0,73%

Harga Minyak Bersiap Catat Kenaikan Mingguan Kedua, Perang AS-Iran Ganggu Pasokan


Jumat, 21 Agustus 2026 / 09:05 WIB
Harga Minyak Bersiap Catat Kenaikan Mingguan Kedua, Perang AS-Iran Ganggu Pasokan
ILUSTRASI. Harga Minyak (REUTERS/Dado Ruvic)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Harga minyak relatif stabil pada perdagangan Jumat (21/8/2026), tetapi berada di jalur untuk mencatat kenaikan mingguan kedua berturut-turut.

Ketidakpastian perang Amerika Serikat (AS)-Iran terus mengganggu pasokan dari kawasan Timur Tengah yang merupakan salah satu pusat produksi minyak dunia.

Mengutip Reuters, harga minyak mentah Brent naik 4 sen menjadi US$ 93,82 per barel pada pukul 01.42 GMT. Pada perdagangan sebelumnya, Brent menguat 2,4%.

Baca Juga: Pasar Asia Tertekan Jumat (21/8), Imbal Hasil Obligasi dan Harga Minyak Tetap Tinggi

Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun 6 sen menjadi US$ 86,78 per barel, setelah naik 2,3% pada sesi sebelumnya.

Dalam lima sesi perdagangan terakhir, harga Brent telah melonjak lebih dari 7%, sedangkan WTI menguat lebih dari 8%. Keduanya telah mencapai level tertinggi sejak 24 Juli.

Pasokan Timur Tengah Terganggu

Kenaikan harga minyak terjadi di tengah kekhawatiran bahwa ketidakpastian perang AS-Israel dengan Iran akan memperpanjang gangguan pasokan dari sejumlah produsen minyak utama seperti Arab Saudi, Irak, Uni Emirat Arab (UEA), dan Kuwait.

Kesepakatan perdamaian sebelumnya antara pihak-pihak yang bertikai berakhir pekan ini tanpa adanya upaya untuk kembali memulai perundingan.

Presiden AS Donald Trump juga mengancam akan melakukan pembalasan ekonomi terhadap negara-negara yang mendukung Iran.

Baca Juga: Inflasi Inti Jepang Naik pada Juli, Perkuat Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga

"Kedua pihak masih bertahan pada posisi masing-masing, tetapi tidak memiliki kemewahan waktu untuk terus menunggu, di tengah harga minyak mentah yang terus bergerak naik," kata Tony Sycamore, analis IG.

Pada Rabu malam, Trump mengancam akan melakukan "perang ekonomi dan isolasi dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya" terhadap Teheran.

Ia juga memperingatkan konsekuensi bagi negara mana pun yang memberikan "bantuan dalam bentuk apa pun kepada Iran".

Ketegangan juga terlihat dari langkah Uni Emirat Arab yang pada pekan ini menangguhkan seluruh transaksi keuangan dan ekonomi dengan Iran hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Lalu Lintas Selat Hormuz Anjlok

Perang Iran yang dimulai pada 28 Februari, ketika AS dan Israel melancarkan serangan militer terhadap Iran, telah mengganggu arus perdagangan energi di kawasan.

Iran melakukan blokade terhadap Selat Hormuz dan melancarkan serangan terhadap sejumlah fasilitas energi di Timur Tengah. Kondisi tersebut mengganggu aliran minyak dan gas global.

Baca Juga: PMI Manufaktur Jepang Ekspansi, Pesanan Baru Tumbuh Tercepat Sejak 2018

Lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz pada Rabu tercatat tidak berubah dari hari sebelumnya, yakni hanya sembilan kapal yang melintas.

Angka tersebut jauh di bawah tingkat sebelum perang. Sebelum konflik, jalur strategis tersebut menjadi rute bagi pengiriman minyak yang setara dengan sekitar seperlima konsumsi minyak global.

Dengan belum adanya tanda-tanda penyelesaian konflik, pasar minyak masih menghadapi risiko gangguan pasokan yang berkepanjangan. Kondisi tersebut berpotensi menjaga harga minyak tetap tinggi dalam jangka pendek.




TERBARU

[X]
×