kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Harga Minyak Dunia Rebound Usai Jatuh 7% Kamis (7/5) Pagi, Brent ke US$ 102,15


Kamis, 07 Mei 2026 / 08:26 WIB
Harga Minyak Dunia Rebound Usai Jatuh 7% Kamis (7/5) Pagi, Brent ke US$ 102,15
ILUSTRASI. Harga Minyak Dunia (REUTERS/Pavel Mikheyev)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Harga minyak dunia kembali menguat pada perdagangan Kamis (7/5/2026) pagi setelah sempat anjlok tajam sehari sebelumnya.

Pelaku pasar kini menimbang peluang tercapainya kesepakatan damai di Timur Tengah yang dapat mengakhiri konflik antara Amerika Serikat dan Iran.

Mengutip Reuters, harga minyak mentah Brent naik 88 sen atau sekitar 0,9% menjadi US$ 102,15 per barel pada pukul 00.32 GMT.

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat menguat US$ 1,12 atau 1,2% menjadi US$ 96,20 per barel.

Baca Juga: Tiket Piala Dunia 2026 Tembus Ribuan Dolar, FIFA Angkat Bicara

Kedua acuan harga minyak tersebut sebelumnya merosot lebih dari 7% pada Rabu (6/5), bahkan sempat menyentuh level terendah dalam dua pekan.

Penurunan itu dipicu optimisme pasar terhadap kemungkinan berakhirnya perang di Timur Tengah.

Namun, harga minyak kembali pulih setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa masih “terlalu dini” untuk melakukan pembicaraan tatap muka dengan Teheran.

Di sisi lain, seorang anggota parlemen senior Iran menilai proposal AS lebih menyerupai “daftar keinginan” dibanding kesepakatan yang realistis.

Baca Juga: Laba Bersih UOB Turun 4% pada Kuartal I-2026, Tertekan Suku Bunga dan Sentimen Pasar

Chief Strategist Nissan Securities Investment Hiroyuki Kikukawa mengatakan, negosiasi damai kemungkinan masih akan terus berlangsung setidaknya hingga pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping pekan depan.

“Prospek setelah itu masih belum pasti. Skenario utama saat ini adalah harga minyak akan tetap tinggi,” ujar Kikukawa.

Iran pada Rabu menyatakan sedang meninjau proposal perdamaian dari AS.

Berdasarkan sumber yang mengetahui pembicaraan tersebut, proposal itu akan secara resmi mengakhiri perang, namun belum menyelesaikan tuntutan utama AS agar Iran menghentikan program nuklirnya dan membuka kembali Selat Hormuz.

Baca Juga: Harga Minyak Bisa Tetap Panas meski Konflik AS-Iran Berakhir, Ini Penyebabnya

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran yang dikutip kantor berita ISNA menyatakan, Teheran akan segera menyampaikan tanggapan resminya. Trump sendiri mengatakan ia yakin Iran menginginkan kesepakatan damai.

Sumber mediator dari Pakistan dan pihak lain yang mengetahui proses negosiasi menyebut kedua pihak semakin dekat dengan memorandum satu halaman yang akan menjadi dasar penghentian konflik.

Media AS Axios juga melaporkan Washington menunggu respons Iran atas sejumlah poin penting dalam 48 jam ke depan.

Menurut sumber Axios, kondisi saat ini merupakan titik terdekat menuju kesepakatan sejak perang dimulai.

Meski demikian, pasokan minyak global diperkirakan masih akan ketat dalam beberapa pekan mendatang, bahkan jika kesepakatan damai tercapai.

Baca Juga: Trump Klaim Perang Iran Akan Segera Berakhir!

Pasalnya, dibutuhkan waktu bagi pengiriman minyak dari kawasan Teluk untuk kembali normal dan mencapai kilang-kilang di seluruh dunia.

Akibat gangguan pasokan selama konflik berlangsung, perusahaan minyak juga masih mengandalkan stok cadangan untuk memenuhi permintaan energi musim panas.

Data Badan Informasi Energi AS (EIA) menunjukkan persediaan minyak mentah dan bahan bakar AS kembali turun pada pekan lalu.

Stok minyak mentah tercatat turun 2,3 juta barel menjadi 457,2 juta barel, dibandingkan ekspektasi analis dalam survei Reuters yang memperkirakan penurunan sebesar 3,3 juta barel.


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×