kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Harga minyak global masih di jalur pendakian lebih dari 7% sepekan


Jumat, 20 September 2019 / 09:41 WIB

Harga minyak global masih di jalur pendakian lebih dari 7% sepekan
ILUSTRASI. Foto satelit memperlihatkan ledakan di kilang minyak Aramco, Arab Saudi (14/9/2019).


KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Harga minyak masih berada di jalur pendakian lebih dari 7% minggu ini, lonjakan terbesar dalam beberapa bulan. Perdagangan minyak hari ini, Jumat (20/9), diawali kelanjutan tren naik.

Kenaikan harga hari ini terpicu oleh kabar bahwa koalisi Saudi meluncurkan operasi militer di utara kota pelabuhan Yaman, Hodeidah,. Pada saat yang sama Amerika Serikat bekerja dengan negara-negara Timur Tengah dan Eropa membangun koalisi untuk mencegah ancaman Iran setelah serangan terhadap Saudi.

Baca Juga: Menguat, harga emas bergerak terbatas dalam sepekan terakhir

Harga minyak mentah Brent berada naik sekitar 7,7% minggu ini, kenaikan mingguan terbesar sejak Januari. Kontrak bulan depan November berada di US $ 64,96 per barel, alias naik 56 sen.

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS naik 66 sen menjadi US$ 58,79 per barel, membukukan kenaikan 7,1% elapa sepakan ini. Ini juga kenaikan mingguan terbesar sejak Juni.

"Kurva ke depan tetap 'tawaran' karena pedagang lindung nilai bahwa perkiraan awal untuk durasi perbaikan (pada fasilitas Saudi yang rusak), mengingat sifat kompleksnya, dapat meremehkan waktu yang diperlukan," kata Stephen Innes, ahli strategi pasar Asia Pasifik di AxiTrader.

Baca Juga: Balas serangan atas fasilitas minyak, Koalisi Arab Saudi serang Yaman

Produksi minyak Arab Saudi turun hampir setengah setelah serangan pada hari Sabtu melumpuhkan fasilitas pemrosesan minyak utama. Menteri perminyakan Arab Saudi telah berjanji mengembalikan produksi yang hilang pada akhir bulan ini, dan membawa kapasitas kembali ke 12 juta barel per hari pada akhir November.

Amerika Serikat dan Arab Saudi menyalahkan Iran atas serangan terhadap fasilitas minyak Saudi. Teheran menyangkal keterlibatannya.

Di Amerika Serikat, sementara itu, hujan deras dari Badai Tropis Imelda telah memaksa kilang besar untuk memotong produksi dan menutup pipa minyak utama, terminal dan saluran kapal di Texas.

Baca Juga: Sukanto Tanoto kuasai lahan calon Ibukota, ini penjelasannya

Pasar global juga mengawasi negosiasi perdagangan AS-China di Washington, ketika para pejabat dari kedua belah pihak memulai kembali pembicaraan tatap muka untuk pertama kalinya dalam hampir dua bulan pada hari Kamis.


Sumber : Reuters
Editor: Hasbi Maulana

Video Pilihan


Close [X]
×