kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.946.000   102.000   3,59%
  • USD/IDR 16.783   -2,00   -0,01%
  • IDX 8.063   -59,30   -0,73%
  • KOMPAS100 1.131   -5,59   -0,49%
  • LQ45 823   -0,70   -0,08%
  • ISSI 284   -4,60   -1,59%
  • IDX30 430   -0,08   -0,02%
  • IDXHIDIV20 515   0,22   0,04%
  • IDX80 126   -0,31   -0,25%
  • IDXV30 141   -0,15   -0,11%
  • IDXQ30 139   -0,40   -0,28%

Harga Minyak Mentah Ditutup Menguat 2% Didukung Potensi Gangguan Pasokan dari Iran


Rabu, 14 Januari 2026 / 06:00 WIB
Harga Minyak Mentah Ditutup Menguat 2% Didukung Potensi Gangguan Pasokan dari Iran
ILUSTRASI. harga minyak mentah jenis Brent dan WTI kompak menguat lebih dari US$ 1


Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - LONDON. Harga minyak ditutup melonjak lebih dari 2% karena prospek gangguan ekspor minyak mentah Iran menutupi kemungkinan peningkatan pasokan dari Venezuela.

Selasa (13/1/2026) harga minyak mentah jenis Brent untuk kontrak pengiriman Maret 2026 ditutup melonjak US$ 1,60 atau 2,5% ke US$ 65,47 per barel. 

Sejalan, harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak pengiriman Februari 2026 ditutup naik US$ 1,65 atau 2,8% menjadi US$ 61,15 per barel

"Pasar minyak sedang membangun perlindungan harga terhadap faktor-faktor geopolitik," kata analis PVM Oil Associates, John Evans, menyoroti otensi pengecualian ekspor Iran, masalah di Venezuela, pembicaraan tentang perang Rusia di Ukraina, dan minat AS untuk mengambil kendali atas Greenland. 

Iran, salah satu produsen utama di Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC), menghadapi demonstrasi anti-pemerintah terbesar dalam beberapa tahun terakhir. 

"Penindakan pemerintah terhadap para pengunjuk rasa yang menurut seorang pejabat Iran telah menewaskan sekitar 2.000 orang dan menyebabkan penangkapan ribuan lainnya, memicu peringatan dari Presiden AS Donald Trump tentang kemungkinan tindakan militer." 

Baca Juga: Mata Uang Rial Iran Setara Nol di Eropa, Ini 5 Penyebab Utama Krisis

Trump mengatakan pada hari Senin (12/1/2026) bahwa negara mana pun yang berbisnis dengan Iran akan dikenakan tarif sebesar 25% untuk setiap bisnis yang dilakukan dengan Amerika Serikat. China adalah pelanggan terbesar untuk minyak mentah Iran.

"Saya rasa China, misalnya, tidak akan menghindari minyak mentah Iran, tetapi jika itu terjadi, dan jika semua orang melakukannya, itu akan mengurangi pasokan global sebesar 3,3 juta barel per hari yang saat ini dipasok ke pasar oleh Iran," kata Bob Yawger dari Mizuho Securities di New York.

Pada hari Selasa, Trump memposting di situs media sosialnya bahwa para pengunjuk rasa di Iran harus "mengambil alih institusi Anda" dan bahwa "bantuan sedang dalam perjalanan."

Trump mengatakan, dia telah membatalkan pertemuan dengan pejabat Iran sampai kematian para pengunjuk rasa berhenti. Harga sempat naik lebih dari 3% ke level tertinggi tiga bulan setelah pernyataan tersebut. 

Juga menandakan pasokan yang lebih ketat di masa mendatang, empat kapal tanker minyak yang dikelola Yunani dihantam oleh drone tak dikenal pada hari Selasa. Kapal tanker tersebut berada di Laut Hitam dalam perjalanan untuk memuat minyak di terminal Caspian Pipeline Consortium di lepas pantai Rusia, delapan sumber mengatakan kepada Reuters.

Baca Juga: Ikuti Strategi Labubu, Jualan Panci Pun Kini Memakai Strategi Blind Box

Kekhawatiran akan kelebihan pasokan telah mereda untuk saat ini, kata analis Rystad, Janiv Shah, menambahkan bahwa kelebihan kapasitas penyulingan di Eropa membebani pasar gasoil.

Premium minyak mentah Brent terhadap patokan Timur Tengah Dubai naik pada hari Selasa ke level tertinggi sejak Juli karena ketegangan geopolitik di Iran dan Venezuela mendukung patokan harga global, data LSEG menunjukkan.

"Keggelisahan di Iran telah menambah sekitar $3-$4 per barel dalam premi risiko geopolitik pada harga minyak, menurut pandangan kami," kata analis Barclays dalam sebuah catatan.

Pasar juga bergulat dengan kekhawatiran atas tambahan pasokan minyak mentah yang membanjiri pasar seiring dengan dimulainya kembali ekspor Venezuela. Setelah penggulingan Presiden Nicolas Maduro, Trump mengatakan pekan lalu bahwa Caracas akan menyerahkan kepada AS sebanyak 50 juta barel minyak yang dikenai sanksi Barat.

Perusahaan perdagangan minyak global telah muncul sebagai pemenang awal dalam perlombaan untuk mengendalikan aliran minyak mentah Venezuela, mengungguli perusahaan energi besar AS. 

Selanjutnya: 4 Saham ARA Kala Saham Konglomerasi Di Zona Merah, Mana yang Layak Beli?




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×