Reporter: Anna Suci Perwitasari | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - TOKYO. Harga minyak menguat hingga 2%, memulihkan kerugian dari sesi sebelumnya karena kekhawatiran bahwa pertempuran berkepanjangan di Timur Tengah akan semakin mengganggu aliran energi.
Kamis (26/3/2026) pukul 14.00 WIB, harga minyak mentah jenis Brent untuk kontrak pengiriman Mei 2026 naik US$ 2,08, atau 2,03% ke US$ 104,30 per barel.
Sementara, harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak pengiriman Mei 2026 juga menguat US$ 1,93, atau 2,14% menjadi US$ 92,25 per barel.
Kedua patokan tersebut merosot lebih dari 2% pada hari Rabu (25/3/2026).
Baca Juga: Kapal Tanker Bawa 1 Juta Barel Minyak Dihantam Drone, 27 Awak Selamat
Iran masih meninjau proposal AS untuk mengakhiri perang, tetapi tidak berniat mengadakan pembicaraan untuk mengakhiri konflik Timur Tengah, kata menteri luar negeri Iran pada hari Rabu.
Presiden AS Donald Trump akan menyerang Iran lebih keras jika Teheran gagal menerima bahwa negara itu telah "dikalahkan secara militer," kata sekretaris pers Gedung Putih Karoline Leavitt.
"Optimisme mengenai gencatan senjata telah memudar," kata Tsuyoshi Ueno, ekonom senior di NLI Research Institute.
Ia menambahkan bahwa standar yang ditetapkan Washington tampak tinggi, membuat harga minyak rentan terhadap volatilitas lebih lanjut tergantung pada negosiasi dan tindakan militer oleh kedua belah pihak.
Proposal 15 poin Trump, yang dikirim melalui Pakistan, menyerukan penghapusan stok uranium yang diperkaya tinggi milik Iran, penghentian pengayaan, pembatasan program rudal balistiknya, dan pemutusan pendanaan untuk sekutu regional, menurut tiga sumber kabinet Israel yang mengetahui rencana tersebut.
Konflik tersebut hampir menghentikan pengiriman melalui Selat Hormuz, yang biasanya membawa sekitar seperlima pasokan minyak mentah dan gas alam cair dunia. Badan Energi Internasional menyebutnya sebagai gangguan pasokan minyak terbesar yang pernah terjadi.
Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi meminta kepala IEA Fatih Birol untuk "pelepasan stok minyak tambahan yang terkoordinasi" selama pembicaraan pada hari Rabu, karena Tokyo berupaya untuk mengantisipasi konflik Timur Tengah yang berkepanjangan.
Baca Juga: Timur Tengah Siaga Satu! Enam Negara Arab Ultimatum Serangan Milisi Iran di Irak
Menambah kekhawatiran pasokan, setidaknya 40% kapasitas ekspor minyak Rusia terhenti menyusul serangan drone Ukraina, serangan yang diperdebatkan terhadap jalur pipa utama, dan penyitaan kapal tanker, menurut perhitungan Reuters berdasarkan data pasar.
Produksi minyak Irak telah merosot, dengan tangki penyimpanan mencapai tingkat tinggi dan kritis, kata tiga pejabat energi Irak pada hari Rabu.
Persediaan minyak mentah AS meningkat sebesar 6,9 juta barel menjadi 456,2 juta barel pada pekan yang berakhir 20 Maret, tertinggi sejak Juni 2024 dan jauh melebihi ekspektasi analis dalam jajak pendapat Reuters yang memperkirakan peningkatan sebesar 477.000 barel.













