kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

Harga Minyak Turun Usai Kabar Kesepakatan AS–Iran Longgarkan Kekhawatiran Pasokan


Senin, 22 Juni 2026 / 16:39 WIB
Harga Minyak Turun Usai Kabar Kesepakatan AS–Iran Longgarkan Kekhawatiran Pasokan
ILUSTRASI. Harga minyak dunia anjlok setelah AS dan Iran capai kesepakatan pelonggaran ekspor. (REUTERS/Eli Hartman)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - BENGALURU/LONDON. Harga minyak dunia melemah pada perdagangan awal pekan setelah pembicaraan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran di Swiss berakhir dengan sinyal pelonggaran ekspor energi Iran.

Kesepakatan tersebut meredakan kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan global yang sebelumnya sempat mendorong harga naik.

Sentimen pasar berubah cepat setelah Teheran menyebut telah memperoleh keringanan (waiver) untuk ekspor minyak dan petrokimia, yang membuka kembali sebagian aliran pasokan dari salah satu produsen utama dunia.

Harga Brent dan WTI Kompak Terkoreksi

Harga minyak mentah Brent tercatat turun 61 sen menjadi US$79,96 per barel pada pukul 08.15 GMT.

Baca Juga: AS dan Iran Capai Kemajuan Awal, Namun Ketegangan Tetap Membayangi

Sebelumnya, harga sempat melonjak hingga US$82,30 per barel pada awal perdagangan akibat meningkatnya ketegangan geopolitik, termasuk ancaman Presiden AS Donald Trump untuk kembali melancarkan operasi militer terhadap Iran serta kabar penutupan Selat Hormuz oleh Teheran.

Sementara itu, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS berada di level US$77,20 per barel, naik 60 sen menjelang kedaluwarsa kontrak. Kontrak yang lebih aktif untuk pengiriman Agustus juga naik tipis 19 sen menjadi US$76,04 per barel.

Kesepakatan AS–Iran Redakan Kekhawatiran Pasokan

Perubahan arah harga terutama dipicu oleh perkembangan diplomasi antara Washington dan Teheran.

Menurut analis UBS Giovanni Staunovo kemajuan pembicaraan antara AS dan Iran di Swiss kemungkinan menjadi faktor utama yang menekan harga minyak hari ini.

Kesepakatan tersebut dilaporkan mencakup keringanan ekspor minyak dan petrokimia Iran, pelepasan sebagian aset yang dibekukan, serta rencana rekonstruksi dan pembangunan ekonomi Iran.

Baca Juga: Keir Starmer Umumkan Pengunduran Diri sebagai Perdana Menteri Inggris

Pasokan Iran Kembali Mengalir ke Pasar

Iran disebut kembali menyalurkan ekspor minyaknya yang sebelumnya sempat terhambat akibat pembatasan laut oleh AS. Menurut Staunovo, kembalinya volume tersebut menambah suplai baru ke pasar global. Pelepasan barel minyak tersebut merupakan tambahan pasokan bagi pasar.

Data yang dikutip dari otoritas minyak Iran menyebutkan lebih dari 25 juta barel minyak telah melewati jalur blokade virtual sejak awal pekan.

Selain Iran, beberapa negara produsen di kawasan Teluk seperti Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Irak juga dilaporkan meningkatkan penawaran minyak ke pelanggan dalam sepekan terakhir.

Proyeksi Pemulihan Pasokan Masih Tidak Stabil

Meski pasokan mulai pulih, lembaga riset ANZ memperingatkan bahwa proses normalisasi produksi minyak global masih menghadapi tantangan besar.

Irak, misalnya, berencana meningkatkan produksi minyak mentah secara bertahap ke kisaran 4,2 juta–4,3 juta barel per hari.

ANZ memperkirakan sekitar 2 juta–3 juta barel per hari pasokan dapat kembali dalam empat minggu pertama, namun pemulihan penuh masih bergantung pada stabilitas geopolitik dan kondisi infrastruktur.

Baca Juga: Jepang Ubah Strategi Komunikasi, Pasar Waspadai Intervensi Yen Mendadak

Lebih lanjut, ANZ menyebut:

  • Pemulihan tambahan 2 juta–3,5 juta bpd mungkin terjadi pada kuartal III 2026 jika kondisi stabil

  • Namun 1 juta–2 juta bpd berpotensi hilang secara permanen atau semi-permanen

  • Pemulihan awal lebih didorong oleh logistik (transportasi), bukan peningkatan produksi

Kenaikan awal akan didorong oleh faktor logistik (pengiriman), bukan produksi. Kenaikan berikutnya akan bergantung pada pemulihan sektor hulu dan kilang. Pemulihan penuh kemungkinan tidak terjadi tahun ini.

Risiko Geopolitik Masih Membayangi Pasar Energi

Di tengah dinamika pasokan, risiko geopolitik tetap menjadi faktor utama volatilitas harga minyak. Laporan juga menyebutkan bahwa serangan Israel di Lebanon menewaskan sedikitnya 20 orang, sehari setelah gencatan senjata dengan Hizbullah mulai berlaku, menurut kantor berita negara Lebanon NNA.

Ketegangan di Timur Tengah, terutama terkait Iran dan konflik regional lainnya, masih menjadi variabel penting yang dapat kembali mendorong lonjakan harga minyak global jika eskalasi terjadi.


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×