kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45672,14   1,07   0.16%
  • EMAS916.000 -1,08%
  • RD.SAHAM 0.54%
  • RD.CAMPURAN 0.26%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.10%

Harga pangan dunia turun, terutama gula dan jagung


Kamis, 05 September 2019 / 16:11 WIB
Harga pangan dunia turun, terutama gula dan jagung
ILUSTRASI. Panen jagung

Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - ROMA. Rata-rata harga pangan dunia turun pada Agustus 2019. Pendorongnya adalah penurunan tajam harga gula, gandum, dan jagung

Mengutip Reuters, indeks harga pangan Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) pada Agustus turun menjadi 169,8. Sementara indeks Juli ada level 171,7.

Penurunan paling dalam terjadi pada harga sereal. Indeks harga sereal FAO anjlok 6,4% pada Agustus, berkat harga gandum dan biji-bijian terutama jagung yang merosot. Sebaliknya, harga beras naik.

Baca Juga: Musim Kemarau Belum Berakhir, Harga Pangan Masih Perlu Diwaspadai

Harga gula juga turun tajam pada Agustus, sebesar 4% dibanding bulan sebelumnya "Sebagian besar akibat pelemahan harga riil Brasil yang cenderung mendorong ekspor gula," kata FAO.

Sedang indeks harga minyak sayur naik 5,9%, kemudian harga daging dan susu membukukan kenaikan 0,5%.

FAO memperkirakan, pasokan sereal global pada 2019 dan 2020 lebih tinggi dari proyeksi sebelumnya, mencapai 2.708 miliar ton. Angka ini naik 23 juta ton dibanding ramalan pada Juli dan bertambah 55,4 juta ton ketimbang pasokan 2018.

Baca Juga: Krisis akut Argentina: Jutaan warga tak bisa membeli makanan pokok

"Hampir seluruh kenaikan bulanan adalah karena revisi (proyeksi) ke atas terhadap perkiraan produksi jagung dunia," kata FAO. "Ekspektasi ini sebagian besar berasal dari prospek peningkatan produksi di Amerika Serikat, meskipun curah hujan berlebih di sebagian besar musim tanam".

Sedang produksi gandum global pada 2019, FAO meramalkan, sebanyak 767 juta ton atau 4 juta ton lebih rendah dari perkiraan mereka bulan sebelumnya.



TERBARU

[X]
×