kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.772.000   35.000   1,28%
  • USD/IDR 16.983   10,00   0,06%
  • IDX 8.999   -135,85   -1,49%
  • KOMPAS100 1.237   -17,99   -1,43%
  • LQ45 872   -12,59   -1,42%
  • ISSI 329   -4,93   -1,48%
  • IDX30 445   -9,13   -2,01%
  • IDXHIDIV20 520   -18,00   -3,35%
  • IDX80 137   -2,10   -1,51%
  • IDXV30 143   -5,23   -3,52%
  • IDXQ30 142   -3,74   -2,57%

Harga Perak Meledak ke US$ 95: Potensi ke Level US$ 300 di 2026, Siap Cuan?


Rabu, 21 Januari 2026 / 05:04 WIB
Harga Perak Meledak ke US$ 95: Potensi ke Level US$ 300 di 2026, Siap Cuan?
ILUSTRASI. Perak melonjak 31% YTD, pecah rekor US$95/ons troi. Analis proyeksikan harga tembus US$300 di 2026. Peluang cuan fantastis menanti. (Sven Hoppe/DPA via REUTERS)


Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Harga perak melonjak ke rekor tertinggi sepanjang masa, menembus level US$ 95 per ons troi pada Selasa (20/1/2026). Kenaikan ini memperpanjang reli harga perak yang telah melesat sekitar 31% secara year to date (YTD).

Melansir BeInCrypto, seiring reli yang kian menguat, harga perak kini mendekati level psikologis US$ 100 per ons troi. Bahkan, sejumlah analis memproyeksikan target yang jauh lebih tinggi, dengan perkiraan harga perak bisa mencapai US$ 300 pada 2026.

Perak Cetak Rekor Tertinggi Baru

Logam mulia kembali diburu investor setelah kebijakan tarif Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap Uni Eropa memicu meningkatnya ketegangan geopolitik. 

Seperti dilaporkan BeInCrypto, emas dan perak sama-sama mencetak rekor tertinggi pada hari sebelumnya. Tren kenaikan tersebut berlanjut hari ini, dengan kedua logam kembali mencatatkan rekor baru.

Berdasarkan data Companies Market Cap, perak kini menjadi aset dengan kapitalisasi pasar terbesar kedua di dunia, hanya berada di bawah emas.

“Harga perak baru saja melonjak ke US$ 95 per ons troi, memecahkan seluruh rekor sebelumnya dan mengejutkan pasar global. Emas mungkin lebih banyak menyedot perhatian, tetapi laju kenaikan perak kini benar-benar mencuri sorotan,” tulis Mario Nawfal.

Baca Juga: Harga Emas dan Perak Cetak Rekor Tertinggi, Sengketa Greenland Dorong Aset Safe Haven

Ketegangan tarif terbaru bukan satu-satunya faktor pendorong lonjakan harga perak, yang bahkan sempat mengungguli kinerja emas. Reli ini mencerminkan kombinasi sejumlah faktor penting.

Di antaranya adalah pembelian aset lindung nilai (safe haven) yang berkelanjutan, ekspektasi pemangkasan suku bunga The Federal Reserve yang menguntungkan aset tanpa imbal hasil, pengetatan pasokan di pasar fisik, serta lonjakan permintaan industri dari sektor energi surya, kendaraan listrik, elektronik, hingga infrastruktur teknologi tinggi.

Jalan Perak Menuju US$ 100 dan Lebih Tinggi Lagi

Para analis kini menilai level US$ 100 per ons troi  sebagai target jangka pendek yang realistis. Ekonom Peter Schiff bahkan menyebut harga tersebut bisa tercapai secepatnya, bahkan mungkin dalam waktu dekat.

“Meski emas dan perak mencetak rekor hari ini, saham penambang emas Kanada nyaris tidak bergerak karena investor masih khawatir akan potensi aksi jual besar. Itu bisa berarti reli logam mulia besok justru lebih besar dari hari ini, dengan perak menembus US$ 100 per ons. Kita lihat saja nanti,” tulis Schiff.

Sementara target jangka pendek berkisar di level US$ 100, sebagian analis menilai potensi jangka panjang perak jauh lebih eksplosif. Dalam sebuah analisis mendalam, seorang analis memperkirakan harga perak bisa melonjak hingga US$ 300, dengan alasan adanya ketimpangan struktural antara perdagangan berbasis kertas dan pasokan fisik.

Baca Juga: Investor Emas dan Perak: Waspada Koreksi, Ini Peluang Beli Terbaik

Analis tersebut menyebut bank-bank global saat ini memegang posisi short sekitar US$ 4,4 miliar. Di sisi lain, permintaan industri telah menyerap sekitar 60% dari total produksi perak global setiap tahunnya.

Menurut analisis itu, untuk menutup posisi short tersebut dibutuhkan pasokan perak hasil tambang selama bertahun-tahun, sementara sebagian besar pasokan sudah terserap oleh sektor manufaktur.

“Inilah alasan mengapa harga perak ke depan hanya akan naik. Posisi short tersebut secara matematis hampir mustahil ditutup, sementara pasokan fisik benar-benar terbatas. Harga di pasar kertas bisa dimanipulasi sementara, tetapi pasokan fisik yang tidak ada tidak bisa dimanipulasi. Tidak ada skenario di mana posisi tersebut bisa ditutup pada harga saat ini. Harga harus naik hingga pasokan baru muncul atau para pemegang posisi short menyerah,” tulis analis tersebut.

Kepala Riset Logam Bank of America, Michael Widmer, juga menyatakan bahwa harga perak berpotensi naik ke kisaran US$ 135 hingga US$ 309 per ons pada 2026.

Tonton: Ancaman Koreksi 25%: Investor Wajib Tahu Risiko Jual Emas dan Perak Sekarang

Dengan demikian, lonjakan harga perak mencerminkan perpaduan kuat antara ketidakpastian makroekonomi, pengetatan pasokan, dan meningkatnya permintaan industri. Meski level US$ 100 kini menjadi fokus utama pasar, proyeksi harga di atas itu akan sangat bergantung pada berlanjutnya ketimpangan struktural di pasar fisik serta kuatnya minat investor terhadap logam mulia.

Selanjutnya: Izin 28 Perusahaan Dicabut Imbas Bencana Sumatra

Menarik Dibaca: Mau Pernikahan Harmonis? 5 Kunci Ini Ubah Rumah Tangga Lebih Bahagia




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×