kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   27.000   0,96%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Hari-Hari pada Juli-Agustus 2025 Diprediksi Bakal Lebih Singkat, Ini Sebabnya


Jumat, 04 Juli 2025 / 06:44 WIB
Hari-Hari pada Juli-Agustus 2025 Diprediksi Bakal Lebih Singkat, Ini Sebabnya
ILUSTRASI. Rotasi Bumi diprediksi bakal lebih cepat pada Juli-Agustus 2025. Hal ini menyebabkan dua bulan itu akan lebih singkat dari biasanya. Kyodo/via REUTERS


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Akan tetapi, sebagian besar ilmuwan menyakini bahwa fenomena ini disebabkan oleh sesuatu di dalam Bumi. Sebab, model samudera dan atmosfer tidak dapat menjelaskan percepatan rotasi Bumi tersebut. 

Faktor lain yang dapat memengaruhi rotasi Bumi adalah gempa bumi. Pada Maret 2011 silam, gempa bumi berkekuatan s9,0 skala Richter terjadi di lepas pantai timur Jepang dan menggeser poros Bumi sehingga memperpendek hari-hari di Bumi. 

Gempa tersebut merupakan gempa terkuat yang pernah tercatat di Jepang. Bencana itu menyebabkan poros Bumi bergeser sekitar 17 sentimeter dan mungkin telah menggeser pulau utama sekitar 2,4 meter. 

Seperti gempa bumi besar lainnya, gempa bumi ini juga mengubah kecepatan rotasi Bumi. Gempa di Indonesia pada 2004 silam misalnya, telah mempercepat rotasi Bumi yang menyebabkan hari semakin pendek 2,68 mikrodetik dari biasanya. 

Dampak percepatan rotasi Bumi 

Meski Bumi berputar pada porosnya lebih cepat dari biasanya, para ilmuwan mengatakan bahwa fenomena tersebut tidak akan menandakan terjadinya perubahan besar. 

Ilmuwan berpendapat, dalam jangka panjang, Bumi masih akan cenderung melambat. Perubahan rotasi yang terjadi saat ini terbilang kecil. 

Kendati demikian, para ahli memperkirakan diperlukan adanya pengurangan detik kabisat untuk kali pertama pada 2029. 

Tonton: Kementerian ESDM Ungkap Alasan Cabut Izin Dua Wilayah Kerja Panas Bumi dari PLN

Tujuannya adalah untuk menandai penyesuaian mencocokkan waktu atom dengan putaran Bumi yang sebenarnya. 

Hal ini tidak akan memengaruhi kehidupan sehari-hari, tetapi menjadi pengingat bahwa sesuatu yang konstan seperti waktu tidak sepenuhnya tetap.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Rotasi Bumi Semakin Cepat, Hari-hari Bulan Juli-Agustus 2025 Diprediksi Bakal Lebih Singkat"


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×