kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45784,56   -4,98   -0.63%
  • EMAS937.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.36%
  • RD.CAMPURAN -0.47%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Hasil riset: Obat yang dikonsumsi Donald Trump picu risiko kematian pasien Covid-19


Minggu, 24 Mei 2020 / 13:27 WIB
Hasil riset: Obat yang dikonsumsi Donald Trump picu risiko kematian pasien Covid-19
ILUSTRASI. Presiden Amerika Serikat Donald Trump

Sumber: Kompas.com | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Obat yang dikonsumsi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, untuk menangkal Covid-19 sesungguhnya justru meningkatkan risiko kematian para pasien Covid-19, ungkap sebuah kajian. 

Kajian yang dimuat jurnal ilmiah Lancet itu menyebutkan, penanganan para pasien Covid-19 dengan obat antimalaria hidroksiklorokuin sama sekali tidak ada manfaatnya. 

Hidroksiklorokuin aman bagi pasien malaria, serta pasien lupus atau arthritis, namun tidak ada uji klinis yang merekomendasikan hidroksiklorokuin bagi pasien yang terjangkit virus corona. 

Baca Juga: Amerika Serikat tambahkan 33 perusahaan China dalam daftar hitam, siapa saja mereka?

Kajian terbaru melibatkan 96.000 pasien Covid-19. Dari jumlah itu, hampir 15.000 di antara mereka diberikan hidroksiklorokuin, baik sebagai obat tunggal maupun dengan didampingi antibiotik. 

Hasil kajian menyebutkan, pasien-pasien yang besar kemungkinan meninggal di rumah sakit dan mengalami komplikasi detak jantung adalah mereka yang mengonsumsi hidroksiklorokuin. 

Tingkat kematian antara kelompok pasien Covid-19 sebagai berikut: hidroksiklorokuin 18%, klorokuin 16,4%, pasien-pasien yang tidak mengonsumsi hidroksiklorokuin dan klorokuin 9%.

Adapun pasien yang diberikan hidroksiklorokuin atau klorokuin yang digabungkan dengan antibiotik, tingkat kematian mereka bahkan lebih tinggi. 



TERBARU

[X]
×