kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45672,14   1,07   0.16%
  • EMAS916.000 -1,08%
  • RD.SAHAM 0.54%
  • RD.CAMPURAN 0.26%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.10%

Heboh di Rusia: Putin usulkan perubahan konstitusi untuk memperpanjang kekuasaaannya


Kamis, 16 Januari 2020 / 04:58 WIB
Heboh di Rusia: Putin usulkan perubahan konstitusi untuk memperpanjang kekuasaaannya
ILUSTRASI. Presiden Rusia Vladimir Putin. REUTERS/Maxim Shemetov TPX IMAGES OF THE DAY

Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - MOSCOW. Presiden Rusia Vladimir Putin mengusulkan perubahan konstitusional pada hari Rabu (15/1) yang akan memberinya ruang untuk memperpanjang cengkeramannya setelah meninggalkan kursi kepresidenan. Dia juga memilih perdana menteri baru setelah Dmitry Medvedev dan kabinetnya mundur.

Yang paling penting dalam hal ini adalah: Putin menyarankan untuk mengurangi kekuasaan kepresidenan dan memperkuat kekuasaan perdana menteri.

Melansir Reuters, langkah dramatis itu secara luas dilihat sebagai persiapan untuk tahun 2024, ketika Putin, yang kini berusia 67 tahun, wajib meninggalkan kursi kepresidenan setelah menduduki Kremlin atau perdana menteri secara terus menerus sejak 1999.

Baca Juga: Rusia desak negara-negara teluk membentuk mekanisme keamanan kolektif

Putin menominasikan Mikhail Mishustin, kepala layanan pajak yang berusia 53 tahun, sebagai perdana menteri berikutnya. Mishustin, yang akan diuji oleh parlemen pada hari Kamis, telah bermain hoki es dengan Putin tetapi memiliki sedikit profil publik dan belum pernah disebut sebagai calon yang memungkinkan.

Dia pasti akan dipandang sebagai suksesor seiring semakin melemahnya fungi presiden, juga anggota kabinet nantinya, di mana banyak dari mereka diprediksi merupakan wajah baru di pemerintahan.

Reuters menyebut, para kritikus telah lama menuduh Putin, mantan perwira KGB, merencanakan untuk tetap dalam kapasitas tertentu setelah masa jabatannya berakhir sehingga bia memegang kekuasaan atas negara terbesar di dunia - dan salah satu dari dua negara dengan kekuatan nuklir terbesar dunia.

Usulannya, yang dia sarankan harus dimasukkan ke dalam referendum, akan memberinya pilihan untuk mengambil peran yang ditingkatkan sebagai perdana menteri setelah 2024 atau peran baru sebagai kepala Dewan Negara, sebuah badan resmi yang akan dia dirikan. Dia bahkan bisa menjadi pembicara di parlemen baru.

Baca Juga: Menlu AS: Terbunuhnya Soleimani bagian strategi baru mencegah musuh

Politisi oposisi Leonid Volkov mengatakan tampaknya Putin tengah menggali kekuasaan.

Kudeta legal

"Jelas bagi semua orang bahwa semuanya akan berjalan secara eksklusif menuju pengaturan Putin untuk memerintah seumur hidup," tulisnya di media sosial seperti yang dilansir Reuters.



TERBARU

[X]
×