Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
KONTAN.CO.ID - Apa jalan tercepat untuk membangun kekayaan, berhemat ekstrem atau berinvestasi cerdas?
Ini adalah pertanyaan yang memicu perdebatan sengit di kalangan pakar keuangan pribadi.
Beberapa berpendapat bahwa satu sen yang dihemat adalah hasil yang diperoleh dan bahwa memangkas biaya adalah cara paling pasti menuju kebebasan finansial.
Yang lain berpendapat bahwa menginvestasikan uang Anda dengan bijak akan membawa Anda mencapai tujuan Anda jauh lebih cepat.
Kenyataannya adalah bahwa berhemat dan berinvestasi memiliki peran penting dalam menumbuhkan kekayaan bersih seseorang.
Hidup di bawah kemampuan Anda membuat lebih banyak uang di saku Anda untuk masa depan. Namun, berinvestasi adalah akselerator kekayaan sejati, dengan potensi pengembalian eksponensial.
Untuk mencapai kemandirian finansial secepat mungkin, Anda memerlukan pendekatan seimbang yang memprioritaskan investasi tanpa mengabaikan prinsip-prinsip berhemat.
Berikut penjabaran hemat vs investasi seperti yang dilansir Kontan dari New Trader U:
Baca Juga: 7 Tanda Bahaya Kesehatan Finansial yang Patut Diwaspadai ala Kemenkeu
Berhemat
Pada intinya, berhemat adalah tentang membelanjakan lebih sedikit daripada yang dihasilkan. Itu berarti bersikap hati-hati dengan pembelian Anda, memangkas pengeluaran yang tidak perlu, dan selalu mencari cara untuk menghemat uang lebih banyak lagi.
Orang yang hemat adalah ahli dalam menunda kepuasan, membandingkan harga, menggunakan kupon dan kode promo, membeli barang bekas alih-alih yang baru, dan memanfaatkan kembali barang yang sudah dimiliki.
Manfaat gaya hidup hemat sangat signifikan. Yang terpenting, gaya hidup ini memperlebar kesenjangan antara pendapatan dan pengeluaran, sehingga lebih banyak uang yang dapat ditabung dan diinvestasikan setiap bulan.
Berhemat juga menanamkan disiplin dan rasa puas, membantu seseorang memutus siklus gaji ke gaji. Anda akan merasa tenang karena tahu bahwa Anda membelanjakan uang dengan penuh kesadaran.
Namun, berhemat saja memiliki keterbatasan dalam hal membangun kekayaan. Bahkan penabung yang ekstrem pun hanya dapat memangkas anggaran mereka hingga batas tertentu.
Pada titik tertentu, Anda mencapai batas minimal pengeluaran. Menumbuhkan sisi pendapatan dari persamaan ini jauh lebih sulit jika hanya berhemat.
Baca Juga: 3 Kesalahan Investasi yang Bisa Mengacaukan Hari Tua Menurut Warren Buffett