kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

Hong Kong kembali diguncang aksi demonstrasi tolak UU keamanan nasional


Senin, 25 Mei 2020 / 08:52 WIB
ILUSTRASI. Hong Kong kembali diguncang aksi demonstrasi menolak undang-undang keamanan nasional yang diusulkan China


Sumber: Reuters | Editor: Khomarul Hidayat

Para pengunjuk rasa membuat blokade jalan dan melemparkan payung, botol air dan benda-benda lainnya. Polisi merespons dengan gas air mata. Banyak toko dan bisnis lain tutup lebih awal.

Sekelompok kecil aktivis demokrasi memprotes di luar kantor perwakilan utama China di Hong Kong meneriakkan: "Hukum keamanan nasional menghancurkan dua sistem."

“Di masa depan mereka dapat menangkap, mengunci dan membungkam siapa pun yang mereka inginkan atas nama keamanan nasional. Kami harus menolaknya,” kata pengunjuk rasa Avery Ng dari League for Social Demokrat.

Baca Juga: China Dituduh Langkahi Hong Kong Loloskan UU Anti-Subversi

Hampir 200 tokoh politik dari seluruh dunia dalam sebuah pernyataan menyebut undang-undang keamanan nasional yang diusulkan Chona adalah serangan komprehensif terhadap otonomi Hong Kong, supremasi hukum dan kebebasan mendasar.

China telah menolak kritikan asing dan menilai sebagai "campur tangan,". China menyatakan undang-undang yang diusulkan tidak akan membahayakan otonomi atau investor Hong Kong.

Diplomat top Beijing mengatakan undang-undang yang diusulkan akan menargetkan kategori tindakan yang sempit dan tidak akan berdampak pada kebebasan kota maupun kepentingan perusahaan asing.

Protes anti-pemerintah tahun lalu menjerumuskan Hong Kong ke dalam krisis politik terbesarnya dalam beberapa dasawarsa, menghantam ekonomi, dan menjadi tantangan rakyat yang paling buruk bagi Presiden Xi Jinping sejak ia berkuasa pada 2012.

Baca Juga: China minta AS berhenti buang-buang waktu mengarang kebohongan tentang China




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×