kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.663.000   -6.000   -0,22%
  • USD/IDR 16.917   7,00   0,04%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

Hong Kong siap guyur stimulus HK$ 4 miliar untuk dongkrak ekonomi


Rabu, 04 Desember 2019 / 20:18 WIB
Hong Kong siap guyur stimulus HK$ 4 miliar untuk dongkrak ekonomi
ILUSTRASI. Seorang perempuan melintas di sebuah jalan di kawasan bisnis Central, Hong Kong, 22 August 2019.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - HONG KONG. Pemerintah Hong Kong menjanjikan anggaran HK$ 4 miliar atau sekitar US$ 511 juta dalam langkah-langkah bantuan baru untuk meningkatkan perekonomian yang terpukul oleh protes berbulan-bulan, yang telah mengikis kepercayaan bisnis di pusat keuangan Asia itu.

Tambahan dana tersebut membuat stimulus yang Pemerintah Hong Kong gelontor menjadi HK$ 25 miliar (US$ 3,2 miliar), untuk memperbaiki perekonomian yang terhuyung-huyung dari penurunan tajam dalam penjualan ritel dan pariwisata.

Hampir enam bulan sudah protes anti-pemerintah berlangsung, yang terkadang berubah menjadi kekerasan, melanda Hong Kong.
Sekarang, Hong Kong sedang bergulat dengan resesi pertama dalam satu dekade dan memperdalam kekhawatiran investor internasional soal kemungkinan ekonomi tumbuh negatif.

Baca Juga: Pemimpin Hong Kong: UU AS bisa merusak kepercayaan bisnis di Hong Kong

"Selama penurunan ekonomi, mendukung pekerjaan adalah prioritas nomor satu pemerintah," kata Menteri Keuangan Paul Chan, Rabu (4/12), saat mengumumkan paket stimulus tersebut.

Chan mengatakan, langkah-langkah itu terutama bertujuan membantu usaha kecil dan menengah untuk melindungi pekerjaan. "Demonstrasi sudah merusak kepercayaan investor," tegasnya kepada wartawan.

Sebelumnya, di hari yang sama, Dana Moneter Internasional (IMF) mendesak Pemerintah Hong Kong untuk memberikan "secara signifikan" stimulus fiskal guna mengatasi masalah struktural jangka panjang, seperti perumahan dan ketimpangan pendapatan.

Baca Juga: Donald Trump: UU soal Hong Kong memang mempersulit negosiasi dagang dengan China

Survei IHS Markit menunjukkan, aktivitas bisnis di Hong Kong berkontraksi pada laju penurunan tercepat dalam 21 tahun terakhir pada November lalu, terseret oleh aksi protes dan penurunan permintaan global.

Hong Kong adalah tujuan belanja utama bagi wisatawan China. Tapi, kerusuhan sosial membuat takut pengunjung dan menekan pengeluaran. Pekan ini, Hong Kong mencatat keruntuhan ritel terbesarnya, dengan penjualan merosot 24,3% menjadi HK$ 30,1 miliar pada Oktober lalu.




TERBARU

[X]
×