kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Hubungan AS-Iran memanas, ExxonMobil evakuasi staf asing di Irak


Selasa, 21 Mei 2019 / 09:57 WIB


Sumber: The Guardian | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - DUBAI. Perusahaan minyak asal Amerika Serikat ExxonMobil dilaporkan telah mengevakuasi semua staf asingnya dari ladang minyak mereka yang berada di sebelah barat Basra, Irak. Kesemua staf asing tersebut diterbangkan ke Dubai.

Seperti diberitakan The Guardian, langkah tersebut dilakukan setelah Amerika Serikat menarik staf non-darurat dari kedutaan besarnya di Baghdad pada pekan lalu. AS khawatir akan dampak atas ancaman yang dirasakan dari Iran atas persekutuan Iran dengan milisi Syiah di Irak.

Belakangan ini, hubungan antara Washington dan Teheran memang makin memanas. Hal ini pun tak pelak telah meningkatkan kekhawatiran atas potensi konflik di kawasan tersebut.

Mengutip seorang pejabat senior Irak dan tiga sumber lainnya, staf ExxonMobil telah dievakuasi dari ladang minyak Qurna 1 pada akhir pekan lalu.

Namun begitu, Ihsan Abdul Jabbar pemimpin South Oil Company milik pemerintah irak menyebut proses produksi di ladang minyak tidak terpengaruh oleh evakuasi tersebut. Sementara pekerjaan di ladang tersebut pun disebut masih berjalan normal.

"Evakuasi ExxonMobil adalah tindakan pencegahan yang bersifat sementara," katanya. 

"Kami tidak memiliki indikasi atas bahaya apa pun, situasinya aman dan sangat stabil di ladang minyak. Ladang ini beroperasi pada kapasitas penuh dan menghasilkan 440.000 barel per hari," lanjutnya.

Sementara itu Washington telah meningkatkan sanksi ekonomi terhadap Iran dan membangun kehadiran militernya di wilayah tersebut, AS menuduh Teheran telah mengancam pasukan dan kepentingan AS.

Di sisi lain Teheran menggambarkan langkah-langkah tersebut sebagai perang psikologis dan permainan politik yang dimainkan Amerika Serikat.




TERBARU

[X]
×