kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.863   -37,00   -0,22%
  • IDX 8.013   77,56   0,98%
  • KOMPAS100 1.130   13,49   1,21%
  • LQ45 819   3,46   0,42%
  • ISSI 283   5,25   1,89%
  • IDX30 426   0,20   0,05%
  • IDXHIDIV20 512   -2,67   -0,52%
  • IDX80 126   1,21   0,97%
  • IDXV30 139   0,23   0,16%
  • IDXQ30 139   -0,40   -0,29%

IMF Sebut Ada Sumber Krisis Ekonomi Baru, Apa Itu?


Sabtu, 23 April 2022 / 03:45 WIB
IMF Sebut Ada Sumber Krisis Ekonomi Baru, Apa Itu?


Reporter: Bidara Pink | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dana Moneter Internasional (IMF) mengingatkan potensi sumber krisis ekonomi baru, yakni perang Rusia-Ukraina. Padahal, saat ini dunia masih berusaha keluar dari krisis yang diakibatkan pandemi Covid-19.

First Deputy Managing Director IMF Gita Gopinath bahkan menyebut, konflik kedua negara ini merupakan krisis di dalam krisis yang harus dihentikan, agar pemulihan ekonomi tidak terganggu.

“Konflik kedua negara ini harus dihentikan. Ini baru akan menghentikan krisis,” ujar Gopinath dalam High Level Discussion bertajuk Strengthening Economic Recovery Amidst Heightened Uncertainty, Jumat (22/4) secara daring.

Baca Juga: Bunga The Fed Naik, Utang Sejumlah Negara Berkembang Terancam Default

Gopinath mengatakan, salah satu dampak terbesar dari konflk kedua negara ini adalah meningkatnya harga-harga komodiras, baik energi maupun pangan. Ini kemudian akan menyulut peningkatan inflasi baik di negara maju maupun negara berkembang.

Peningkatan inflasi ini bahkan tak menutup kemungkinan memaksa negara-negara maju untuk lebih cepat dalam mengambil langkan normalisasi kebijakan moneternya, yang kemudian bisa menimbulkan gonjang-ganjing di pasar keuangan global.

Akibat kondisi ini, IMF memangkas perkiraan pertumbuhan ekonomi global tahun 2022 menjadi 3,6% yoy atau 0,8% poin lebih rendah dari perkiraan semula.

IMF juga memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global pada tahun 2023 menjadi 3,6% yoy, atau 0,2% poin lebih rendah dari perkiraan terdahulu.

Baca Juga: Bank Dunia: Kerusakan Fisik yang Dialami Ukraina Senilai US$60 Miliar




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×