kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Indeks harga konsumen AS pada September tak berubah, sama dengan Agustus sebesar 0,1%


Kamis, 10 Oktober 2019 / 22:55 WIB

Indeks harga konsumen AS pada September tak berubah, sama dengan Agustus sebesar 0,1%
ILUSTRASI. Suasana keramaian Sabtu sore, 21 Juni 2019, di daerah Times Square dan suasana pusat factory outlet Woodbury New York yang relatif sepi


KONTAN.CO.ID - Harga konsumen Amerika Serikat (AS) pada September 2019 tidak berubah, sama dengan Agustus. Angka inflasi ini mendukung ekspektasi Federal Reserve (The Fed) akan memangkas suku bunga pada Oktober untuk ketiga kalinya di tahun ini.

Reuters melaporkan, Departemen Ketenagakerjaan AS mengatakan, Kamis (10/10), Indeks Harga Konsumen (IHK) flat pada bulan lalu, sebesar 0,1%, identik dengan angka bulan sebelumnya. Alhasil secara tahunan, IHK negeri uak Sam berada di level 1,7%.

Angka IHK September dan Agustus merupakan terlemah sejak Januari 2019, yang datang dari kenaikan harga makanan dan sewa dan diimbangi penurunan harga energi serta mobil dan truk bekas.

Baca Juga: Ditekan Trump dan data perekonomian, akankah The Fed kembali pangkas bunga acuan?

Inflasi yang mendasari IHK AS melambat pada September, menyusul kenaikan harga yang solid selama tiga bulan terakhir. Tidak termasuk komponen volatile food dan energi, IHK naik 0,1% setelah mendaki 0,3% selama tiga bulan berturut-turut.

IHK inti tertahan oleh kenaikan moderat dalam biaya perawatan kesehatan serta penurunan dalam harga pakaian, kendaraan bermotor baru, dan komunikasi. Walhasil, IHK inti meningkat 2,4%, menyamai kenaikan pada Agustus lalu.

Harga produsen mengalami penurunan terbesar

Sebelumnya, Selasa (8/10), Kementerian Ketenagakerjaan AS merilis data harga produsen yang menunjukkan penurunan terbesar dalam delapan bulan terakhir. Harga produsen pada September yang turun tidak terduga.

Risalah pertemuan The Fed pada 17-18 September The Fed yang terbit pada Rabu (9/10) memperlihatkan, para pejabat bank sentral AS melihat risiko ekspansi ekonomi terpanjang yang tercatat "agak meningkat."

Baca Juga: Tingkat pengangguran AS turun ke level 3,5%, terendah sejak 1969

Ekspansi saat ini berada di bawah ancaman perang dagang AS-China yang sudah berusia 15 bulan, perlambatan pertumbuhan global, dan kemungkinan Inggris keluar secara tidak teratur dari Uni Eropa. Ketegangan perdagangan telah merusak investasi bisnis dan membantu mendorong manufaktur ke dalam resesi.

The Fed memangkas suku bunga pada September lalu, setelah mengurangi biaya pinjaman pada Juli untuk pertama kalinya sejak 2008. Para ekonom mengharapkan pemotongan suku bunga lagi pada pertemuan kebijakan The Fed, 29-30 Oktober nanti.


Reporter: SS. Kurniawan
Editor: S.S. Kurniawan

Video Pilihan


Close [X]
Close [X]
×