Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - SEOUL. Bursa saham Korea Selatan ditutup melemah setelah sesi perdagangan yang bergejolak pada hari ini, karena investor tetap waspada terhadap kenaikan imbal hasil obligasi.
Selasa (15/9/2026), indeks acuan KOSPI ditutup turun 57,12 poin atau 0,85% menjadi 6.627,26, memperpanjang pelemahan untuk sesi keempat berturut-turut dan mencatat penutupan terendah sejak 3 September.
Indeks KOSPI berfluktuasi antara kenaikan 0,5% dan penurunan 1,5% selama sesi perdagangan hari ini. Indeks dibuka lebih rendah setelah penurunan Wall Street semalam, sempat berbalik positif karena produsen chip pulih, dan kemudian kembali turun menjelang penutupan.
"Pembelian saat harga turun melemah karena kenaikan tambahan pada imbal hasil obligasi dan harga minyak. Pasar lebih sensitif terhadap pergerakan pasar negatif daripada yang positif di tengah kekhawatiran yang meluas tentang kenaikan suku bunga pada pertemuan kebijakan Federal Reserve AS — akhir pekan ini," kata Lee Kyoung-min, seorang analis di Daishin Securities.
Baca Juga: Imbal Hasil US Treasury Tembus Rekor Tertinggi dalam 19 Tahun
Sementara itu, Calon Menteri Keuangan Korea Selatan Lee Hyoung-il mengatakan, dalam sidang parlemen bahwa pihak berwenang akan memantau pasar obligasi dengan cermat dan mengambil langkah-langkah stabilisasi pasar — jika diperlukan.
Saham produsen chip Samsung Electronics turun 0,20% dan perusahaan sejenisnya, SK Hynix, turun 0,41%.
Di antara saham-saham unggulan lainnya, produsen baterai LG Energy Solution naik 3,98%, sementara Hyundai Motor dan perusahaan otomotif saudaranya Kia Corp masing-masing turun 1,21% dan 1,93%.
Saham produsen baja POSCO Holdings naik 1,84%, sementara produsen obat Samsung BioLogics turun 0,56%.
Dari total 917 saham yang diperdagangkan, 254 saham naik, sementara 623 saham turun.
Investor asing menjadi penjual bersih saham senilai 1,6 triliun won atau setara US$ 1,18 miliar.
Won dikutip pada 1.359,4 per dolar di platform penyelesaian domestik, 0,97% lebih rendah dari penutupan sebelumnya di 1.346,2.
Imbal hasil obligasi pemerintah Korea Selatan jangka tiga tahun yang paling likuid naik 6,5 basis poin menjadi 4,080%, mencapai level tertinggi sejak Oktober 2023, sementara imbal hasil obligasi acuan jangka 10 tahun naik 5,8 basis poin menjadi 4,590%, level tertinggi sejak Oktober 2022.














