kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.750.000   10.000   0,36%
  • USD/IDR 17.744   36,00   0,20%
  • IDX 6.502   -24,02   -0,37%
  • KOMPAS100 848   -1,25   -0,15%
  • LQ45 642   -2,64   -0,41%
  • ISSI 228   -0,01   0,00%
  • IDX30 359   -1,39   -0,39%
  • IDXHIDIV20 437   -0,21   -0,05%
  • IDX80 97   -0,26   -0,27%
  • IDXV30 121   0,35   0,29%
  • IDXQ30 114   -0,45   -0,40%

India Hadapi Musim Hujan Terlemah Seiring Menguatnya El Nino, Harga Pangan Bisa Naik


Senin, 24 Agustus 2026 / 21:10 WIB
India Hadapi Musim Hujan Terlemah Seiring Menguatnya El Nino, Harga Pangan Bisa Naik
ILUSTRASI. India diperkirakan akan mengalami musim monsun terlemah dalam hampir dua dekade, (REUTERS/Adnan1 Abidi)


Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - MUMBAI. India diperkirakan akan mengalami musim monsun terlemah dalam hampir dua dekade, dengan curah hujan di akhir musim kemungkinan berada sekitar 15% di bawah rata-rata jangka panjang—tingkat terendah sejak 2009—menurut dua sumber senior di badan meteorologi.

Monsun yang lemah ini dapat berdampak buruk pada hasil panen, memicu kenaikan harga pangan, dan menekan pendapatan penduduk pedesaan di negara dengan ekonomi terbesar kelima di dunia ini, di mana hujan monsun menyumbang sekitar 70% dari total curah hujan tahunan negara tersebut.

Mengutip Reuters, Senin (24/8/2026), kurangnya curah hujan yang memadai pada bulan September—masa krusial bagi pematangan tanaman—dapat mengurangi hasil panen tanaman musim panas seperti kapas, kedelai, jagung, dan kacang-kacangan, sekaligus mengurangi kelembapan tanah yang dibutuhkan untuk tanaman musim dingin seperti gandum dan rapeseed.

Baca Juga: Iran Ancam Kenakan Denda & Menyita 45 Kapal Tanker di Tengah Ketegangan Selat Hormuz

"Kami sedang menyaksikan dampak El Nino terhadap curah hujan monsun. Dampaknya kemungkinan akan parah pada bulan September, dan kita bisa melihat defisit curah hujan dua digit," ujar seorang pejabat senior di Departemen Meteorologi India (IMD) yang tidak bersedia disebutkan namanya karena tidak memiliki wewenang untuk berbicara kepada media.

India berpotensi menerima curah hujan 15% di bawah rata-rata—atau 85% dari tingkat normal—selama musim Juni-September; angka ini akan menjadi yang terendah sejak 2009, katanya.

Angka tersebut hampir dua kali lipat dari defisit 8% yang diproyeksikan dalam prakiraan awal badan meteorologi tersebut.

Kecuali di beberapa negara bagian timur, sebagian besar wilayah negara itu kemungkinan akan menerima curah hujan di bawah rata-rata pada bulan September, sehingga memperlebar defisit musiman, tambahnya.

IMD diperkirakan akan merilis prakiraan resmi untuk bulan September pada akhir bulan ini. Musim hujan tahun ini mungkin mulai berakhir di wilayah barat laut negara itu beberapa hari lebih awal dari biasanya pada bulan depan—kecuali jika terbentuk sistem cuaca baru—demikian disampaikan oleh sumber kedua dari badan meteorologi yang tidak ingin disebutkan namanya sesuai dengan ketentuan resmi.

Baca Juga: Pemerintahan Trump Akan Tetapkan Biaya Lebih dari US$ 100.000 untuk Visa Pekerja H-1B

Musim hujan biasanya dimulai pada bulan Juni dan mulai surut dari wilayah barat laut negara itu pada tanggal 17 September, lalu berakhir di seluruh wilayah negara tersebut pada pertengahan Oktober.

El Nino sedang menguat dan kemungkinan akan semakin intensif pada bulan September, sehingga menekan curah hujan di India, kata mereka.

Sebagai pola iklim yang ditandai dengan suhu permukaan laut yang lebih hangat dari biasanya di wilayah tengah dan timur khatulistiwa Samudra Pasifik, El Nino mengganggu pola cuaca global dan dapat menyebabkan kondisi yang lebih kering di sebagian wilayah Asia Tenggara serta kawasan lainnya.

Di masa lalu, India mengalami curah hujan di bawah rata-rata pada sebagian besar tahun terjadinya El Nino; hal ini terkadang memicu kekeringan parah yang merusak tanaman dan memaksa pihak berwenang membatasi ekspor sejumlah komoditas biji-bijian.

India mencatat curah hujan 13% lebih rendah dari rata-rata sejak musim hujan dimulai pada 1 Juni. Curah hujan tercatat 35,4% di bawah rata-rata pada bulan Juni, sebelum surplus 1% pada bulan Juli memberikan sedikit kelegaan sementara.

 Musim hujan kembali melemah pada bulan Agustus, dengan tingkat curah hujan sejauh ini tercatat 15% di bawah rata-rata.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×