kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.819.000   -17.000   -0,93%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

India stop impor 101 jenis senjata dan peralatan militer, ada apa?


Senin, 10 Agustus 2020 / 07:17 WIB
India stop impor 101 jenis senjata dan peralatan militer, ada apa?
ILUSTRASI. India stop impor 101 jenis senjata dan peralatan militer. REUTERS/Stringer NO RESALES. NO ARCHIVES.


Sumber: Kompas.com | Editor: Adi Wikanto

Buatan India

Pada Mei, ketika Modi meluncurkan kampanye "Atmanirbhar Bharat", New Delhi menyatakan akan berhenti mengimpor senjata yang dapat dibuat di dalam negeri. Sehingga, perekonomian negara tersebut diharapkan menjadi lebih mandiri di tengah pandemi virus corona.

Pada 2019, India adalah pembeli peralatan militer terbesar ketiga setelah Amerika Serikat ( AS) dan China menurut sebuah studi oleh Stockholm International Peace Research Institute. Selama Perang Dingin, India bergantung terhadap Uni Soviet untuk menyuplai perlengkapan militernya.

Baca juga: Unjuk rasa pasca ledakan di Lebanon meluas, PM Diab tawarkan solusi pemilu dini

Setelah Perang Dingin usai, India kemudian beralih ke AS dan mendiversifikasi pembeliannya. Pada bulan Februari, Modi dan Presiden AS Donald Trump menandatangani kesepakatan bagi India untuk membeli lebih dari 3 miliar dollar AS (Rp 44 triliun) peralatan militer canggih.

Sejak wabah virus corona merebak, Modi secara vokal mempromosikan produksi dalam negeri seperti alat pelindung diri (APD) dan melindungi perusahaan kecil India. Bersamaan dengan kampanye "Atmanirbhar Bharat", Modi juga meluncurkan program "Buatan India".

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "India Serius Produksi Senjata Sendiri, Mulai Larang Impor Beberapa Perlengkapan Militer",

Penulis : Danur Lambang Pristiandaru
Editor : Danur Lambang Pristiandaru


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×